“Isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar luas dipastikan tidak benar, warga Tanjungpinang mengaku lega karena tidak ada tambahan beban biaya hidup pada April 2026.”
TANJUNGPINANG – Warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Hardi (nama disamarkan) mengaku lega setelah mengetahui bahwa kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat beredar luas di media sosial ternyata tidak benar.
Hardi mengatakan, sebelumnya ia sempat khawatir setelah membaca berbagai informasi di media sosial terkait rencana kenaikan harga BBM pada awal April. Namun, setelah muncul klarifikasi dari berbagai media, ia memastikan bahwa kabar tersebut hanyalah isu.
“Tadi siang saya buka media sosial, saya sangat lega begitu melihat banyaknya berita soal kenaikan harga BBM itu hanya isu saja, tidak benar. Dari media juga sudah ada yang membantu memberikan keterangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan tidak adanya kenaikan harga BBM, pengeluaran bulanannya tetap stabil dan tidak mengalami penambahan. “Dengan begitu pengeluaran saya tidak bertambah,” katanya.
Hal serupa disampaikan Dani, warga lainnya, yang mengaku senang dengan kabar tersebut. Menurutnya, stabilnya harga BBM membuat beban biaya hidup tidak semakin berat.
“Saya sangat senang mendengar kabar ini, karena harga BBM tidak naik berarti biaya hidup kita tidak akan terlalu berat. Saya bisa lebih tenang sekarang, tidak perlu khawatir lagi tentang biaya transportasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Vino juga menyampaikan rasa syukurnya. Ia menilai keputusan tidak menaikkan harga BBM memberikan ruang lebih dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.
“Saya juga sangat bersyukur, karena harga BBM tidak naik berarti saya bisa lebih banyak uang untuk kebutuhan lain. Saya berharap harga BBM tetap stabil seperti ini,” ujarnya.
Vino juga mengaku mengikuti perkembangan informasi dari media, termasuk pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM per 1 April 2026.
“Siapa yang tidak senang mendengar berita ini,” tambahnya.
Reina, warga lainnya, juga mengungkapkan hal senada. Ia mengaku sempat kaget mendengar isu kenaikan BBM, namun menjadi lebih tenang setelah adanya klarifikasi.
“Alhamdulillah, saya sangat senang mendengar kabar ini. Saya bisa lebih mudah mengatur keuangan keluarga sekarang,” katanya.
Ia menjelaskan, banyaknya pemberitaan yang mengonfirmasi bahwa isu tersebut tidak benar membuat masyarakat tidak lagi diliputi kekhawatiran.
Secara umum, masyarakat berharap agar stabilitas harga BBM ini dapat terus dipertahankan karena dinilai sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-hari. (KP).
Laporan: Novita










