“Arpandi, S.H.I., calon Kepala Desa Tarempa Selatan nomor urut 1 periode 2026-2034, membawa visi TAPSEL SMART dengan menitikberatkan pembangunan desa yang sejahtera, mandiri, religius, dan berdaya saing. Berbekal pengalaman 12 tahun merawat mangrove serta menggerakkan aksi kebersihan pantai dan laut, ia ingin membawa semangat pelestarian lingkungan ke dalam tata kelola pemerintahan desa.”
ANAMBAS – Arpandi, S.H.I., calon Kepala Desa Tarempa Selatan nomor urut 1 untuk periode 2026-2034, membawa visi TAPSEL SMART sebagai arah pembangunan desa yang sejahtera, mandiri, agraris, religius, dan termasyhur. Berbekal pengalaman dalam kegiatan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan organisasi kepemudaan, ia menawarkan gagasan pembangunan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan warga.
Bagi Arpandi, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pelayanan administrasi. Pengelolaan potensi lokal, kebersihan lingkungan, penguatan karakter generasi muda, serta kemandirian ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Dua Belas Tahun Merawat Mangrove
Salah satu rekam jejak Arpandi dalam pelestarian lingkungan terlihat di Pantai Senggalong, Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur. Selama sekitar 12 tahun, ia terlibat dalam kegiatan penanaman dan perawatan mangrove secara swadaya bersama masyarakat setempat.
Dari kegiatan tersebut, sekitar 30.000 bibit mangrove telah ditanam dan diupayakan tumbuh untuk mendukung pemulihan kawasan pesisir. Upaya ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem pantai.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Bagi pembangunan desa, pendekatan serupa dapat menjadi landasan untuk mendorong partisipasi warga dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus mengembangkan potensi ekowisata secara berkelanjutan.
Dukungan pemerintah daerah terhadap upaya konservasi di kawasan tersebut juga disebut menjadi salah satu dorongan bagi pengembangan kegiatan pelestarian lingkungan.
Gerakkan Komunitas Bersihkan Pantai dan Laut
Selain merawat mangrove, Arpandi menginisiasi Komunitas Bersih Pantai dan Laut Anambas (KOMBE-PANTAS) untuk merespons persoalan sampah yang mencemari wilayah pesisir dan perairan.
Melalui komunitas tersebut, kegiatan bersih-bersih dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kawasan yang menjadi sasaran antara lain perairan Tarempa Barat dan Pantai Pasir Manang.
Sampah plastik dan styrofoam yang terbawa arus laut, terutama saat musim angin utara, menjadi salah satu persoalan yang dihadapi wilayah kepulauan seperti Anambas. Dalam sejumlah aksi, komunitas ini dilaporkan mampu mengumpulkan sampah dalam jumlah ratusan kilogram hingga mendekati satu ton.
Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur TNI, kepolisian, dinas lingkungan hidup, pemerintah desa, dan komunitas pemuda.
Pengalaman mengorganisasi kegiatan bersama itu menjadi modal sosial yang dapat mendukung upaya pembangunan desa berbasis gotong royong. Kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan pelibatan masyarakat merupakan sejumlah aspek yang relevan dengan pengembangan kawasan pesisir.
Pengalaman Organisasi dan Pembinaan Pemuda
Arpandi juga dikenal sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia tercatat pernah memimpin organisasi tersebut pada periode 2011-2015 dan 2015-2019, serta kembali terpilih untuk periode 2023-2027.
Dalam aktivitas organisasi, pembinaan karakter generasi muda menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Kegiatan sosial, kemanusiaan, tanggap bencana, dan pelestarian lingkungan menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Arpandi dalam membangun jejaring sosial dan menggerakkan kegiatan kolektif. Jika diterapkan dalam tata kelola desa, keterlibatan pemuda dapat diarahkan untuk mendukung program pembangunan, kegiatan sosial, serta pengembangan potensi lokal.
Selain aktif dalam organisasi kemasyarakatan, Arpandi juga memiliki pengalaman sebagai aparatur sipil negara (ASN), serta terlibat dalam kegiatan adat Melayu dan olahraga Muaythai. Latar belakang tersebut melengkapi pengalamannya dalam berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat.
TAPSEL SMART sebagai Arah Pembangunan
Dalam pencalonannya sebagai Kepala Desa Tarempa Selatan nomor urut 1, Arpandi membawa gagasan pembangunan yang dirangkum dalam konsep TAPSEL SMART.
Visi yang ditawarkan adalah mewujudkan Desa Tarempa Selatan sebagai desa yang sejahtera, mandiri, agraris, religius, dan termasyhur. Konsep tersebut mencakup sejumlah arah pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Pertama, sejahtera, dengan mendorong peningkatan taraf hidup warga melalui optimalisasi potensi ekonomi lokal. Kedua, mandiri, dengan menggali sumber daya desa agar memiliki kemampuan lebih besar dalam mengembangkan potensi sendiri.
Ketiga, agraris, melalui perhatian terhadap potensi pertanian dan ketahanan pangan, termasuk pengembangan sektor yang sesuai dengan kondisi wilayah setempat. Keempat, religius, dengan menjaga nilai keagamaan, moralitas, serta adat Melayu yang hidup di tengah masyarakat.
Kelima, termasyhur, yakni mendorong agar Desa Tarempa Selatan dikenal melalui prestasi, inovasi, dan pengembangan potensi desa.
Gagasan tersebut menempatkan potensi lokal dan keterlibatan masyarakat sebagai unsur penting pembangunan. Namun, pelaksanaannya tentu membutuhkan perencanaan program yang jelas, penentuan prioritas sesuai kebutuhan warga, pengelolaan anggaran secara transparan, serta evaluasi berkala terhadap hasil pembangunan.
Lingkungan dan Kesejahteraan Jadi Perhatian
Pengalaman Arpandi dalam kegiatan konservasi mangrove dan penanganan sampah pesisir dapat menjadi salah satu landasan untuk mengembangkan program lingkungan di tingkat desa. Upaya tersebut berpotensi dihubungkan dengan edukasi masyarakat, pengelolaan sampah, pelestarian kawasan pesisir, dan pengembangan ekowisata yang memperhatikan kelestarian alam.
Di sisi lain, gagasan mengenai kemandirian ekonomi perlu diterjemahkan ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan warga dan kemampuan desa. Pelibatan kelompok masyarakat, pemuda, serta pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa.
Sebagai calon kepala desa, visi dan rekam jejak tersebut menjadi bagian dari tawaran Arpandi kepada masyarakat Tarempa Selatan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana gagasan TAPSEL SMART dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur, realistis, dan memberikan manfaat langsung bagi warga apabila memperoleh amanah untuk memimpin desa.
Dengan menggabungkan pengalaman organisasi, kepedulian lingkungan, dan gagasan pembangunan, Arpandi membawa pesan bahwa kemajuan desa perlu dibangun melalui partisipasi masyarakat, pengelolaan potensi lokal, dan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Laporan: Deny Jebat










