KEPRI (KP),- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Hadi Candra, akui ada banyak permintaan pembangunan infrastruktur jalan di daerah. Permintaan dari masyarakat tersebut diperolehnya pada setiap mengikuti musyawarah yang berlangsung di tingkat kabupaten, kecamatan bahkan desa.
Kata Candra, infrastruktur memang sangat penting karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Suatu daerah jika memiliki infrastruktur jalan yang baik maka perekonomiannya dapat mengalami peningkatan. Sebaliknya suatu daerah yang kebutuhan infrastruktur jalannya kurang baik maka perekonomian daerahnya dapat mengalami penurunan.
“Seperti di Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna, masyarakat sempat mendesak agar kita membantu bersuara di provinsi siapkan jalan Kelarik-Batubi. Masyarakat ingin infrastruktur-infrastruktur seperti jalan dan lainnya diselesaikan cepat,” kata Candra, menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya Senin 01 Februari 2021.
Candra menjelaskan, infrastruktur jalan dapat diartikan sebagai capital stock dalam bentuk fisik yang merupakan faktor input dalam fungsi produksi. Sehingga kenaikan dari infrastruktur jalan akan menaikkan output. Dengan kenaikan output memberikan indikasi adanya kenaikan pendapatan dan pembangunan ekonomi daerah tersebut.

Terkait hal itu, Camat Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Mardi Hendika, SE membenarkan jika pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan keinginan masyarakat tersebut kepada perwakilan yang ada di DPRD Provinsi.
“Benar, memang masyarakat peserta musyawarah ingin infrastruktur-infrastruktur seperti jalan dan lainnya diselesaikan. Nah, masyarakat juga inginkan sektor pertanian dan perkebunan karena cocok dikembangkan. Ini juga jadi mimpi kita semua, bahwa untuk kebutuhan pangan di Natuna ini kita bisa siapkan secara mandiri. Baik itu, melalui Kecamatan Bunguran Batubi maupun Kecamatan Bunguran Utara,” terangnya.
Kecamatan Bunguran Utara menurut Mardi, merupakan kecamatan yang terluas dari kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Natuna. Sayangnya daerah tersebut memiliki banyak kekurangan. Masih banyak belum terakomodir, seperti jalan-jalan lingkar kecamatan termasuk akses sekolah juga belum tersentuh oleh pembangunan jalan.
“Mudahan melalui tangan-tangan, generasi ini bisa menyampaikan secara arif secara bijak kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Supaya pemerintah pusat, provinsi maupun daerah punya perhatian kepada Kecamatan Bunguran Utara. Mudahan melalui tangan-tangan mereka, suara mereka ini bisa lebih di dengar oleh pemerintah,” imbuhnya. (KP).
Laporan : Deny Jebat










