“Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.”
NATUNA – Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, Arqam Alfarisy, S.Pd., menegaskan semangat Sumpah Pemuda saat ini harus diwujudkan dalam bentuk inovasi, literasi, dan pembelajaran yang bermakna di dunia pendidikan.
Menurutnya, pemuda masa kini bukan lagi berjuang dengan senjata seperti masa lalu, melainkan berjuang dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.
Arqam menyampaikan peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMAN 2 Bunguran Timur diisi dengan kegiatan Smanda Young Festival, yang dirancang untuk menumbuhkan semangat berkarya, berinovasi, dan berliterasi di kalangan peserta didik.
“Pemuda kita sekarang bukan lagi berjuang mati-matian seperti masa lalu, tetapi mereka berjuang dengan belajar, berkarya, dan berinovasi di sekolah. Melalui kegiatan seperti Smanda Young Festival, kita ajak siswa mengisi kemerdekaan dengan karya positif,” ujar Arqam kepada koranperbatasan.com di depan Ruang Tata Usaha SMAN 2 Bunguran Timur, Selasa (28/10/2025).
Arqam menjelaskan makna Sumpah Pemuda bagi pelajar adalah bagaimana mereka mampu berpartisipasi aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang menyenangkan dan bermakna.
“Kita dorong peserta didik untuk berliterasi, belajar dengan sungguh-sungguh, beraktivitas positif, dan mengolah hati serta karsa mereka. Di SMAN 2, kami menerapkan sistem deep learning, yaitu pembelajaran yang menyenangkan, menggembirakan, dan bermakna,” jelasnya.










