Sepanjang kegiatan, seluruh unsur panitia dan personel Kantor SAR Natuna turut terlibat aktif sebagai pembimbing, pelatih, hingga tim pendukung lapangan. Simulasi dilakukan dalam berbagai medan dan kondisi untuk memperkenalkan para CPNS pada situasi sesungguhnya di lapangan.
Menurut Abdul Rahman, pemahaman awal tentang filosofi dan teknik SAR penting diberikan sejak dini, guna membentuk kesiapsiagaan personel saat menghadapi bencana, kecelakaan, maupun operasi penyelamatan di masa depan.
“Ini bukan sekadar pengukuhan CPNS. Ini adalah penanaman jati diri sebagai garda terdepan kemanusiaan,” tambahnya.
Dengan pendekatan pembinaan berbasis praktik langsung, Basarnas Natuna berharap seluruh CPNS mampu menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kecakapan teknis yang menjadi ciri khas pejuang kemanusiaan dalam dunia SAR.
Kegiatan longmarch ini sekaligus menandai komitmen Kantor SAR Natuna untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan, baik dalam kesiapan personel maupun pelayanan publik di wilayah perbatasan. (KP).
Kontributor : Humas Basarnas Natuna
Editor : Dhitto










