Bertemu Masyarakat Nelayan, Susi Pudjiastuti Himbau Lestarikan Terumbu Karang  

oleh -192 views
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas

ANAMBAS (KP),- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Dalam lawatannya di Anambas, pada Rabu (17/07/2019) menyempatkan diri menemui nelayan lokal tradisional KKA di Pelabuhan PerIkanan Pantai Antang, Desa Tarempa Timur.

Kedatangan Susi di Pelabuhan Antang disambut dengan iring-iringan puluhan pompong nelayan-terlihat berjejer mulai dari laut Tanjung Momong hingga ke Pelabuhan Pantai Antang.

Hadirnya Susi ke Anambas, merupakan Kunjungan Kerja (Kunker)-nya guna menanggapi berbagai potensi dan peluang yang ada di bidang perikanan di Kepulauan Anambas.

Kunker itu juga sekaligus membuka Festival Padang Melang yang diadakan di Letung sehari sebelumnya. Momentum kedatangan Susi  ini  kemudian direspon positif oleh nelayan lokal di Anambas.

“Masyarakat nelayan lokal ingin bertemu dan berbincang langsung mengenai sejumlah permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para nelayan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan di Kepulauan Anambas,” kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Dedy Syahputra.

Susi kemudian menggelar silahturahmi dan diskusi dengan nelayan lokal Anambas. Dalam pertemuan dengan masyarakat nelayan itu, Susi mengutarakan bahwa Kepulauan Anambas sangat penting bagi NKRI. Anambas menurutnya memiliki potensi dan peluang sumber daya laut yang sangat besar.

“Anambas lautnya bagus dan jernih. Kalau bisa rasanya, saya ingin kantor saya pindah di Laut Anambas. Kepulauan Anambas penting bagi NKRI, karena terletak pada titik terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara tetangga,” jelasnya.

Ketika itu dia meminta nelayan dan pengusaha ikan, untuk tidak lagi memakai bom, potasium dan porsen agar terumbu karang tetap terjaga. “Beliau juga menghimbau kepada masyarakat anambas agar menjaga laut Yang indah kebiruan INI jangan sampai tercemar dari sampah-sampah kantong plastik yang bisa merusak dan mencemari air laut.

Sampah plastik itu kata Susi memakan waktu cukup lama baru bisa terurai. Lama-lama laut kita ini penuh dengan plastik bisa-bisa tahun 2040 laut kita lebih banyak kantong palstiknya daripada ikannya.

“Saya minta para nelayan dan pengusaha ikan harus melarang bom, potasium dan porsen. Kalau tidak, saya larang kapal dari hongkong untuk masuk di Anambas!,” tegasnya. (KP).


Pewarta : Azmi Aneka Putra