Dinas Pendidikan Lampung Tengah Diminta Bertindak Cepat Atasi Pungli di Sekolah

oleh -164 views
SMPN-2-ARA-Lampung-Tengah

LAMPUNG TENGAH (KP),- Dinas Pendidikan Lampung Tengah, dikonfirmasi Tim Media Online, terkait tindaklanjut dugaan pungli di SMPN 2 ARA, terkesan membiarkan. Bahkan Staf Bidang Dikdas, Sugiono saat dikonfirmasi hanya menjawab akan segera ditindaklanjuti dan tinggal menunggu gilirannya.

Dari minggu lalu dinas terkait hanya menjawab akan segera ditindaklanjuti. “Hal itu sudah saya sampaikan ke Pak Kabid dan beliau mengatakan akan segera ditindaklanjuti. Soalnya bukan sampean saja yang melapor hal serupa mas, kan banyak juga sekolah yang lain. Jadi tinggal nunggu giliran,” ujarnya, Rabu, 30 Oktober 2019.

Dinas terkait telah mencoba konfirmasi secara langsung dengan menghubungi  SMPN 2 ARA untuk menyampaikan bahwa dari Dinas Pendidikan akan ada yang turun ke sekolah tersebut. “Saya sudah menghubungi Kepala Sekolahnya dan mengatakan dari dinas akan turun, dan dia (Kepsek) mengiyakan, jadi gitu mas. Tinggal nunggu giliran,” sebutnya.

Sementara disisi lain, sejumlah siswa SMPN 2 ARA menyambut gembira karena pihak sekolah tersebut saat ini sudah meniadakan pungutan sebesar Rp2000/minggu. “Tarikan Rp2000/minggu di sekolah kami udah gak ada lagi lho pak, waktu upacara hari, Senin (28/10/2019) Bapak Kepala Sekolahnya langsung bilang untuk pembayaran Rp 2000/minggu udah gak ada lagi,” ujar salah satu pelajar Selasa, 29 Oktober 2019.

Namun demikian untuk biaya sampul raport sebesar Rp50 ribu masih tetap berlanjut. Bahkan diketahui ada salah satu oknum guru yang menagih hingga membentak salah seorang siswa karena belum membayar sampul tersebut.

“Tapi masalah biaya sampul raport ibu x memanggil saya dan membentak saya di depan teman sekelas saya karena saya belum bayar sampul raport Rp 50.000,″ tutur salah satu peserta didik.

Untuk diketahui SMPN 2 ARA, menarik pungutan kepada peserta didik sebesar Rp550 ribu/siswa untuk pengadaan komputer guna persiapan menghadapi UNBK. Jumlah peserta didik disekolah tersebut mencapai 342 siswa mulai dari kelas VII, VIII dan IX tahun ajaran 2019/2020 diharuskan membayar uang sebesar Rp 550.000/siswa. Pihak sekolah berdalih segala bentuk pungutan tersebut sudah melalui persetujuan pihak komite setempat.



Namun dari pantauan Tim Media beberapa orang tua siswa mengeluhkan adanya pungutan dana tersebut dengan alasan tidak semua wali murid mampu. Seperti salah satu orang tua siswa mengaku tidak mampu karena banyaknya uang yang harus dibayarkan ke pihak sekolah.

Dari beberapa sumber Tim Awak Media Online, menemukan banyaknya dugaan biaya yang harus dibayar ke sekolah tersebut. Mulai dari biaya pengadaan komputer, biaya les untuk siswa kelas IX, biaya sampul raport sebesar Rp50 ribu hingga biaya pembelian kursi bagi peserta didik baru. Kemudian pihak sekolah juga mewajibkan setiap pelajar untuk membayar dana  pramuka disetiap minggunya. (KP).


Laporan : Arzal

Kontributor : Tim Media Online



Memuat...