“Tapi saya tekankan kepada guru dan siswa bahwa belajar tidak harus selalu di kelas. Di mana pun bisa menjadi ruang belajar,” ujarnya.
Kata Deni, SDN 001 Ranai juga aktif melakukan sosialisasi anti-bullying kepada siswa dan orang tua. Melalui kegiatan rutin, termasuk saat upacara bendera, para guru terus menanamkan kesadaran pentingnya menghargai sesama dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.
“Peran orang tua sangat penting. Kami memiliki buku penghubung antara guru dan orang tua agar komunikasi tetap berjalan baik. Kalau ada masalah, guru memanggil orang tua untuk mencari solusi bersama,” kata Deni.
Lebih lanjut, Deni menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sekolah yang masih menjalankan dua shift.
BACA JUGA : Digitalisasi Pembelajaran Dorong Inovasi Guru SMPN 1 Bunguran Timur
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Natuna yang memakai sistem dua shift. Karena waktu belajar anak-anak jadi tidak maksimal,” tuturnya.
Ia menegaskan, sebagai salah satu sekolah tertua yang berada di pusat kota Ranai, SDN 001 Ranai layak mendapatkan prioritas pembangunan ruang belajar tambahan agar proses pendidikan bisa berjalan optimal dan menyenangkan bagi siswa. (KP).
Laporan : Nisa










