“IPSI Natuna memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Youth Fighter Championship 2026 dan menekankan pentingnya sportivitas serta pelestarian budaya pencak silat.”
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Natuna, Anto Harahap, S.IP, mengapresiasi penyelenggaraan Youth Fighter Championship IPSI Natuna 2026 sebagai ajang pembinaan atlet muda sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
NATUNA – Penyelenggaraan Youth Fighter Championship IPSI Natuna 2026 mendapat apresiasi dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) IPSI Natuna. Kejuaraan ini dinilai menjadi momentum penting dalam mengembangkan potensi atlet muda sekaligus memperkuat eksistensi pencak silat di daerah.
Ketua IPSI Natuna, Anto Harahap, S.IP, menyebutkan bahwa ajang ini memberikan ruang bagi para pesilat untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus membawa nama baik daerah dan sekolah.
“Sebagai Pengkab IPSI, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena ini menjadi momen untuk menunjukkan bakat-bakat muda yang ada di Kabupaten Natuna, khususnya dari cabang pencak silat,” ujarnya saat diwawancarai di GOR Aek Mulung, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga dan budaya.
“Ini tempat mereka untuk menunjukkan bakat, sekaligus membawa nama baik daerah dan sekolah,” tambahnya.
Selain itu, IPSI Natuna juga terus memperkuat kualitas sumber daya melalui pelatihan dan sertifikasi wasit juri yang telah dilaksanakan pada 18 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, IPSI mengirim tiga perwakilan ke tingkat provinsi, terdiri dari dua wasit juri dan satu pelatih.
“Kami kemarin mengirim tiga orang ke pelatihan tingkat provinsi. Setelah mereka kembali, kami juga mengadakan kegiatan serupa di daerah untuk menyegarkan kembali ilmu yang didapatkan,” ungkapnya.
Dengan pembinaan yang terus dilakukan, IPSI Natuna menargetkan capaian prestasi yang lebih baik pada kejuaraan tahun ini.
“Kalau dari tahun-tahun sebelumnya kita selalu mendapatkan medali. Untuk tahun ini, target kami minimal harus meraih emas dan menunjukkan bahwa atlet Natuna mampu bersaing,” tegasnya.
Anto juga berharap agar ke depan kuota untuk cabang olahraga pencak silat dapat ditingkatkan, mengingat potensi atlet yang terus berkembang.
“Harapan kami, kuota untuk pencak silat bisa ditambah, karena potensi atlet di Natuna cukup besar,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.
“Ini bukan hanya olahraga, tetapi bagian dari warisan budaya kita yang sudah diakui UNESCO. Generasi muda, khususnya Gen Z, harus terus melestarikannya,” ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga persaudaraan antar perguruan.
“Bertandinglah secara sportif. Walaupun berbeda perguruan, kita tetap satu dalam persaudaraan. Ini juga menjadi kebanggaan karena event ini mulai menggunakan sistem berbasis IT,” pungkasnya. (KP)
Laporan: Dini










