NATUNAOLAHRAGA

Natuna Gelar Youth Fighter Championship, Aturan Baru Picu Perdebatan

×

Natuna Gelar Youth Fighter Championship, Aturan Baru Picu Perdebatan

Sebarkan artikel ini
Ketua panitia Youth Fighter Championship IPSI Natuna 2026 berada di arena GOR saat memantau langsung jalannya persiapan dan kegiatan kejuaraan pencak silat.

“Kejuaraan pencak silat di Natuna kembali digelar dengan inovasi digital dan aturan baru yang memicu perhatian para atlet dan pelatih.”

Ketua panitia penyelenggara Kejuaraan Natuna Youth Fighter Championship IPSI Cup 2026, Boncel, menegaskan bahwa ajang ini menghadirkan pembaruan signifikan, mulai dari sistem penilaian berbasis digital hingga perubahan regulasi pertandingan yang wajib diikuti seluruh atlet.

NATUNA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kabupaten Natuna kembali menggelar Kejuaraan Natuna Youth Fighter Championship IPSI Cup 2026 sebagai bagian dari agenda rutin tahunan atau dua tahunan yang bertujuan membina atlet daerah.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan sejumlah inovasi baru, terutama dalam pemanfaatan teknologi. Sistem penilaian kini dilakukan secara digital oleh wasit dan juri.

“Nanti para wasit juri memberikan penilaian terhadap atlet melalui sistem IT tersebut,” ujar Boncel saat diwawancarai di GOR Aek Mulung, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga menjelang pengundian bagan pertandingan, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 69 atlet. Rinciannya, sebanyak 61 atlet bertanding di kategori laga dan 8 atlet di kategori seni.

Selain inovasi teknologi, perubahan regulasi juga menjadi perhatian utama. Panitia mengikuti aturan terbaru dari PB IPSI Pusat, termasuk larangan penggunaan teknik tarikan untuk menjatuhkan lawan.

“Di akhir tahun 2024 teknik tarikan masih diperbolehkan, namun pada regulasi terbaru tahun 2026 ini sudah tidak diperbolehkan lagi,” tegasnya.

Boncel mengingatkan bahwa pencak silat merupakan olahraga body contact yang berpotensi memicu emosi. Oleh karena itu, seluruh peserta diimbau menjaga sportivitas dan kerukunan selama pertandingan berlangsung.

“Kami minta semua yang hadir dan berpartisipasi menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi agar tidak terjadi konflik,” ujarnya.

Lebih lanjut, panitia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pihak sponsor guna keberlanjutan pembinaan atlet.

Baca Juga:  Polres Natuna Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan

“Kami berharap kejuaraan ini melahirkan atlet kebanggaan Natuna yang bisa bersaing di tingkat daerah hingga internasional,” tutupnya. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *