Ida juga menyinggung kegiatan Bunga-Bunga Serindit (BBS) yang sempat diadakan di sekolahnya, di mana salah satu tema yang diangkat adalah kisah pahlawan rakyat Natuna, Teluk Panglima. Cerita tersebut, menurutnya, menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan perjuangan lokal agar siswa tidak melupakan sejarah daerahnya.
“Melalui kisah Teluk Panglima, kami ingin mengingatkan kepada anak-anak agar tidak lupa dengan masa lalu dan perjuangan bangsanya sendiri. Mudah-mudahan nilai-nilai kepahlawanan itu tidak luntur dari generasi kita,” ujarnya.
BACA JUGA : Semangat Pemuda Smanda Bangkitkan Kreativitas Pelajar Natuna
Lebih lanjut, Ida berharap, para siswa dapat meneladani semangat juang para pahlawan dengan terus meningkatkan prestasi sekaligus membangun karakter yang kuat.
“Sebagai generasi penerus bangsa, mereka punya tanggung jawab besar ke depan. Kami berharap anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Nisa










