Jelang HUT RI Ke-73 Bupati Natuna Kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera

oleh -548 views
Bupati-Kabupaten-Natuna-Drs.-H.-Abdul-Hamid-Rizal-M.Si-saat-melakukan-penghormatan-kepada-sangsaka-merah-putih

NATUNA, (KP), Bupati Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si, membuka secara resmi pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) pada upacara bendera, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-73. Acara berlangsung di Gedung Sri Srindit, Ranai, pada hari Rabu (15/08/2018) malam.

Bupati-Kabupaten-Natuna-Drs.-H.-Abdul-Hamid-Rizal-M.Si-disaat-pembuakaan-acara-pengukuhan-Paskibraka

Acara pengukuhan Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan sangsaka merah putih, di Pantai Kencan Ranai, pada tanggal 17 Agustus 2018 mendatang, di hadiri oleh Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Sekda Natuna Wan Siswandi, Kapores Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Kajari Natuna Juli Isnur, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Satyawan, FKPD, dan para Pimpinan OPD yang ada di lingkungan Pemkab Natuna.

Bupati-Kabupaten-Natuna-Provinsi-Kepri-Drs.-H.-Abdul-Hamid-Rizal-M.Si-membacakan-ikrar-serta-sumpah-Paskibraka

Sebagaimana di ketahui, jumlah Paskibraka yang dikukuhkan tersebut sebanyak 40 orang. Terdiri dari 20 orang laki-laki, dan 20 orang wanita. Jumlah tersebut berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, se-Kabupaten Natuna. Acara di buka dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama, menghengingkan cipta, dan pembacaan ikrar, serta sumpah Paskibra.

Bupati-Kabupaten-Natuna-Drs.-H.-Abdul-Hamid-Rizal-M.Si-saat-melakukan-penghormatan-kepada-sangsaka-merah-putih

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal M.Si menyebutkan, melalui pelatihan dan pembinaan, serta rasa cinta tanah air yang tinggi, di harapkan kepada para anggota Paskibraka, sudah sangat siap untuk mengibarkan bendera pusaka merah putih. ” Tugas ini akan menjadi berat, karena memiliki peran terpenting dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Sebab akan di saksikan oleh segenap peserta upacara, dan masyarakat Kabupaten Natuna, ” tutur Hamid Rizal.

Acara-selesai-Bupati-Kabupaten-Natuna-Drs.-H.-Abdul-Hamid-Rizal-M.Si-menyalami-satu-persatu-para-undangan

Kata Hamid Rizal, hakikatnya para pengibar bendera, sudah mendapatkan pengalaman sebagai salah satu proses pembentukan mental dan karakter. Sehingga pelaksanaan upacara pengibaran bendera pusaka, bisa di laksanakan sebagaimana semestinya. ” Saya berharap kepada ananda sekalian agar segala bentuk materi, pengembangan mental, dan wawasan kebangsaan yang telah ananda dapatkan kiranya dapat di tularkan kepada rekan, dan kawan yang berada di sekolah masing-masing, ” imbuh Hamid Rizal.

Acara-selesai-Bupati-Kabupaten-Natuna-Drs.-H.-Abdul-Hamid-Rizal-M.SiKedua-DPRD-Sekda-Natuna-FKPD-dan-Paskibara-poto-bersama

Menurut Hamid Rizal, saat ini kita sudah memasuki era digital, dimana seluruh sendi kehidupan sudah dirasuki oleh kemajuan teknologi dan informasi. Untuk mendapatkan sebuah informasi sangat mudah, namun terlepas dari hal ini kemajuan secara konstan juga membawa dampak buruk yang harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama. Arus informasi juga membawa berbagai paham radikalisme tidak sesuai dengan budaya timur. Berbagai informasi yang merusak mental generasi muda.

Pasukan-Pengibar-Bendera-Merah-Putih

Selain itu, lanjut Hamid Rizal, sebagai salah satu daerah yang sedang gencar mengupayakan percepatan pembangunan di segala bidang. Membuka isolasi transportasi, sebagai wilayah perbatasan, Natuna sangat rentan penyebaran narkoba, sebagai perusak mental generasi muda. Berbagai bahaya di atas tentunya akan mampu mengintimidasi moral, dan merusak mental penerus bangsa. ” Pesan saya jadilah kebanggaan orang tua, bersifat bijak dalam menggunakan teknologi untuk memperkaya khazanah diri. Jadilah generasi muda yang berprestasi, jadilah kebanggan bangsa dan negara, sebagai penopang masa depan Negara. Kemudian yang terpenting adalah menjadi banteng, sekaligus perekat persatuan, dan kesatuan bangsa,” tutup Hamid Rizal. (***).



Narasi : Koran Perbatasan

Poto    : Medako


Memuat...