ANAMBASKEHIDUPAN DESAPOTRET PERBATASAN

Kades Penglek Ungkap Strategi Tekan Stunting

×

Kades Penglek Ungkap Strategi Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Sri Tanjung Penglek menjelaskan strategi desa menekan kasus stunting. Jumat (6/3/2026).

“Pemerintah Desa Sri Tanjung berhasil menekan angka stunting hingga tersisa tiga kasus melalui intervensi gizi dan penguatan layanan Posyandu berbasis desa.”

Kepala Desa Sri Tanjung, Penglek, mengungkapkan strategi pemerintah desa dalam menekan angka stunting melalui intervensi gizi spesifik dan penguatan layanan kesehatan masyarakat hingga kini hanya menyisakan tiga kasus pada Januari 2026.

ANAMBAS – Pemerintah Desa Sri Tanjung, Kabupaten Kepulauan Anambas, terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui program kesehatan terpadu berbasis masyarakat.

Kepala Desa Sri Tanjung, Penglek, menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting tidak terlepas dari konsistensi penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) balita yang dilakukan secara rutin dan terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga lanjut usia.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem desa sehat yang komprehensif serta memastikan pemantauan kesehatan masyarakat berlangsung berkelanjutan.

Dalam keterangannya di ruang kerja, Jumat (6/3/2026), Penglek menyebut Pemerintah Desa Sri Tanjung telah mengalokasikan anggaran terintegrasi sebesar Rp128 juta untuk mendukung program kesehatan desa.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai honorarium sepuluh kader Desa Siaga serta operasional layanan kesehatan bulanan.

“Setiap kader menerima insentif sebesar Rp500 ribu per bulan sebagai garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak usia nol hingga lima tahun serta kesehatan warga lanjut usia,” jelasnya.

Program kesehatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 14 setiap bulan. Untuk kategori lansia, desa memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan kolesterol, asam urat, dan kadar glukosa darah.

Sementara bagi balita, intervensi difokuskan pada pemberian makanan sehat serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya protein hewani, terutama komoditas ikan yang melimpah di wilayah Kepulauan Anambas.

Penglek menegaskan bahwa secara historis angka stunting di Desa Sri Tanjung relatif terkendali dan tidak pernah melampaui sepuluh kasus.

Baca Juga:  Desa Tanjung Intensifkan Pembinaan Bumil Tekan Stunting

“Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, terdapat tiga anak yang teridentifikasi stunting secara administratif karena deviasi panjang badan satu sentimeter dari standar Kementerian Kesehatan, meskipun secara klinis anak-anak tersebut dalam kondisi bugar dan aktif,” ungkapnya.

Selain intervensi gizi, pemerintah desa juga mendorong edukasi pola asuh kepada masyarakat agar tidak bergantung pada konsumsi karbohidrat instan dan mulai meningkatkan asupan protein lokal.

Sinergi lintas sektor juga terus diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan dukungan layanan dari puskesmas setempat untuk memastikan ibu hamil dan balita memperoleh suplementasi gizi yang memadai.

Untuk menjaga efektivitas program, evaluasi dilakukan secara periodik setiap tiga bulan mengikuti siklus pelaporan data kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan tren penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Desa Sri Tanjung. (KP).


Laporan: Azmi


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *