Kapal Ikan China Masih Membandel TNI Tambah Unsur Pengamanan

oleh -805 views
Panglima-Komando-Gabungan-Wilayah-Pertahanan-I-Laksamana-Madya-TNI-Yudo-Margono

TANJUNGPINANG (KP),- Kita akan tetap menggunakan cara persuasif dulu, jadi tidak berandai-andai. Tetapi secara diplomatik juga dilakukan. Kemenlu juga telah melakukan protes keras, termasuk Pemerintah Indonesia akan melakukan protes keras. Kita dibawah ini, saya usahakan bisa cool, menyelesaikan secara damai.

Pernyataan ini disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan) Laksamana Madya TNI Yudo Margono menjawab wartawan usai mendarat menggunakan pesawat TNI-AL di Lanudal Tanjungpinang, dalam rangka mengendalikan siaga tempur laut, yang dilaksanakan oleh Komando Armada I (Koarmada) dan patroli udara, Minggu 5 Januari 2020.

Kata Yudo Margono, hari ini TNI kembali menambah empat unsur memperkuat Koarmada I sehingga nantinya akan ada enam unsur yang digerakkan menuju laut Natuna. Disinggung sampai kapan TNI akan memberikan batas toleransi, dijawabanya, tidak ada batas waktu. Karena memang itu adalah operasi sehari-hari yang telah digelar di laut Natuna. Dikarenakan fokus kerawanan tinggi, membuat TNI  menambah kekuatanya.

“Kita tidak ada batas waktu, karena itu memang operasi sehari-hari yang  sudah  tergelar disitu. Kapan sampai batas waktunya? Ya, sampai mereka keluar dari wilayah perairan Indonesia,” tegas Yudo Margono.

Menurutnya sudah terdeteksi dari pusat udara TNI melalui patroli dan KRI yang berada di laut Natuna bahwa ada dua Coast Guard dan 1 kapal pengawas perikanan memgawal kapal ikan China.



“Kemarin kita kirim 2 KRI, supaya melaksanakan komunikasi aktif. Dapat mengusir secara persuasif sesuai yang kita laksanakan selama ini. Sehingga tidak terjadi benturan, tapi sampai hari ini, masih belum mencapai kata sepakat dan mereka masih tetap ditempat itu. Nanti akan kita gerakkan lagi dua unsur dan masih dalam perjalanan dua unsur lagi, sehingga akan ada enam unsur yang kita gerakkan kesana. Mudah-mudahan dengan kekuatan itu, mereka mahu untuk keluar dari wilayah Indonesia,” ujarnya.

Terkait persoalan ini, Yudo Margono menegaskan TNI akan melaksanakan operasi penegakan hukum di laut. Karena melakukan penangkapan ikan secara illegal di ZEE. Sesuai hukum laut internasional untuk pelanggaran wilayah, Coast Guard akan diusir. Tetapi untuk kapal-kapal ikan sesuai dengan perundangan di Indonesia akan diproses sesuai hukum Indonesia. (KP).


Laporan : Effendi Abidin



Memuat...