“Kapolda Kepulauan Riau mengukuhkan Da’i Kamtibmas sekaligus memperkuat sinergi dengan ulama, paguyuban, dan buruh dalam menjaga stabilitas kamtibmas menjelang Ramadhan 2026.”
Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Kepulauan Riau, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Ramadhan bersama ulama, paguyuban, dan buruh sekaligus mengukuhkan Da’i Kamtibmas Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2026 di Lantai 12 Hotel Nagoya Hill, Batam, Kamis (26/2/2026) pukul 16.30 WIB.
KEPRI – Kegiatan tersebut turut dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kepri Dr. H. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I., Ketua MUI Provinsi Kepri Dr. KH. Bambang Maryono, M.Pd.I., Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, para Kapolres/Ta jajaran, para ulama dan tokoh agama, ketua paguyuban, ketua serikat buruh, serta Da’i Kamtibmas yang mengikuti secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Kepri menyampaikan apresiasi atas peran Polri yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat serta bersinergi dengan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami melihat langsung bagaimana kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan pengamanan dan kolaborasi bersama tokoh agama, kepala KUA, serta para kepala madrasah. Sinergi ini sangat penting dalam menjaga situasi yang aman dan harmonis di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan, pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi lintas tokoh agama guna memperkuat nilai toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
Sementara itu, Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menegaskan bahwa Da’i Kamtibmas memiliki peran strategis dalam membantu tugas kepolisian menjaga stabilitas keamanan.
“Peran Da’i Kamtibmas sangat penting dalam membantu tugas Polri, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas. Kami berharap para Da’i dapat memberikan tausiah, edukasi, serta berperan sebagai cooling system bersama Bhabinkamtibmas dalam mencegah potensi konflik di masyarakat,” jelasnya.
Kapolda juga menyoroti fenomena maraknya akun media sosial palsu yang mengatasnamakan ustaz atau da’i dan menyebarkan informasi tidak benar, provokatif, serta berpotensi memecah belah masyarakat.
“Di era post-truth saat ini, peran guru, ulama, dan Da’i sangat dibutuhkan untuk meluruskan informasi yang tidak benar. Kami berharap Da’i Kamtibmas dapat menjadi narasumber yang memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membantu menangkal hoaks dan paham radikalisme,” tegasnya.
Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam, sangat penting dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kamtibmas yang kondusif akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara Polri, ulama, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” tambahnya.
Pengukuhan Da’i Kamtibmas ditandai dengan penyerahan sarana kontak berupa syal, dilanjutkan foto bersama dan penyerahan cendera mata. Seluruh elemen masyarakat yang hadir juga membacakan Deklarasi Kamtibmas Provinsi Kepulauan Riau sebagai bentuk komitmen bersama menolak anarkisme, provokasi, ujaran kebencian, serta penyebaran hoaks.
Kegiatan ditutup dengan tausiah, buka puasa bersama, dan sholat Magrib berjamaah yang berlangsung khidmat.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan agar menghubungi Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Polri Super Apps yang tersedia di Google Play dan App Store. (KP).
Laporan: Ides










