Kegiatan Asal Jadi “Gurindam Club” Coreng Nama Baik Dunia Olah Raga Dayung

oleh
Suasana-saat-berlangsungnya-acara-lomba-dayung-kayak-yang-diadakan-oleh-Gurindam-Club-Tanjungpinang-Provinsi-Kepri

Tanjungpinang, (KP), – Perlombaan dayung kayak, yang diadakan oleh Gurindam Club, selama satu hari, terhitung sejak tanggal 28 sampai dengan 29 April tahun 2018, di Tepi Laut Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri, menyalahi aturan. Atas kesalahan itu, Gurindam Club, disebut telah mencoreng nama baik dunia olah raga khususnya dayung kayak. Karena membuat perlombaan bukan pada arena, standarisasi nasional, maupun internasional, sebagaimana amaran dari induk cabang dayung

Pengurus PODSI Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri, Haryadi mengatakan, pada prinsipnya menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagai pengurus PODSI Haryadi menyayangkan tidak ada koordinasi terlebih dahulu kepada pihaknya. “ Alangkah lebih baik di konsultasikan dulu, karena pada tahun ini Provinsi Kepri akan menggelar PORPROV, dan kegiatan tersebut harus sejalan dengan seleksi atlet dayung, “ sebut Haryadi.

Terkait aturan, PODSI pusat telah memberi amaran, bahwa sarana dayung kayak harus resing, dan lokasi lombanya bukan di perairan laut, tetapi pada sungai atau dam. Sayangnya, Gurindam Club Kotan Tanjungpinang, tidak mengindahkan amaran tersebut, dan tetap membuat kegiatan lomba di perairan laut.

Anehnya, lagi bagi yang tidak berlatih di Gurindam Club, tidak di benarkan untuk mengikuti lomba, “ ujar salah seorang peserta yang ada di dalam Gurindam Club, itu sendiri. Padahal, demi kelancaran pertandingan cabang olah raga dayung pada PORPROV Kepri IV Tahun 2018 nanti, diperlukan peraturan pertandingan yang sesuai dengan kondisi tempat. Peraturan pertandingan cabang olah raga khusus dayung, merupakan pedoman yang harus diikuti, dan dipatuhi oleh semua pihak. (Ambox).

 

4 thoughts on “Kegiatan Asal Jadi “Gurindam Club” Coreng Nama Baik Dunia Olah Raga Dayung

  1. kalau cerita standarisasi macam mane pulak pertandingan international dragon boat tanjungpinang yang dilaksanakan di sungai carang..??

  2. Even Kayak/Kano Junior ke-8 merupakan even lomba tahunan yang biasa dilaksanakan oleh Gurindam Club. Alhamdulillah, dalam pelaksanaanya, acara besar ini terus berlangsung SUKSES dan banyak memberikan hal-hal positif dalam memajukan semangat kepemudaan di bidang olahraga tentunya. Di sini, saya adalah Atlit Gurindam Club, ingin mengklarifikasi apa yang telah diberitakan oleh penulis berita dan disahkan oleh redaksi untuk di dedahkan di depan umum:
    1. Even lomba Kayak/kano yang ditaja oleh Gurindam Club merupakan even tahunan yang sangat bermanfaat, banyak atlit dayung yang lahir, dan sejatinya sudah terbukti dari awal Gurindam Club berdiri sampai dengan sekarang. Jadi, tidak perlu saudara sibuk-sibuk mencari kesalahannya.
    2. Mengenai standarisasi Alat yang digunakan untuk lomba yang anda katakan tidak sesuai aturan, anda salah besar! Justru sangat sesuai dengan lokasi lombanya dan sangat memadai untuk peserta lomba dalam katagori pemula tingkat SMP dan SMA se-kota Tanjungpinang. Namun baru sekarang saudara pertentangkan. Mohon maaf, sifat ini sangat tidak baik di muka umum.
    3. Mengenai nama baik dunia olahraga, seharusnya saudara berfikir, nama baik yang mana yang kami coreng? Justru yang Gurindam Club lakukan adalah sebaliknya, mengharumkan nama baik olahraga di Tanjungpinang-Kepulauan Riau/Indonesia (atau dunia maya yang saudara pikirkan hanya halusinasi ke-irian beberapa pihak saja)?. Ayo sadarlah…
    4. Memang, benar sejatinya permainan yang lebih di anjurkan adalah di dam, danau atau sungai. Selama ini kami asik-asik dan aman-aman saja. Kenapa tiba-tiba anda jadi cacing kepanasan? Justru dukungan pemerintah sangat luar biasa. Perlu anda ingat, “Gurindam Club” yang dipimpin oleh Rubaitul Halifah ini bukan Club kacang-kacangan. Justru dari Wadah Gurindam Club inilah banyak atlit yang lahir. Ya, walau beberapa atlitnya sedikit melenceng akibat rupiah yang ditawarkan tetangga sebelah. Kasihan ya tetangga sebelah itu. Demi mencari atlit, rela keluarkan uang dengan… Ah sudahlah!
    5. Terakhir, Gurindam Club akan terus bergerak dengan semangat sportifitas nya di dunia olahraga. Mohon di ingat hal ini ya.

  3. Alhamdulillah, nambah media publikasi tolol yang nulis ga pakek otak dan ga pake landasan. Gara-gara uang dan rating media ini naek rela membodohkan dori sendiri, gimana mau maju kota tanjungpinang kalo medianya begini.

    Hhahahahhahaha !!

    Sampah! Mandang dari segi negatifnya aja, tak lain tak bukan ada setan di balik layarlah ni. “Mencoreng”??? Bagus kata-katanya, orang-orang baca tulisan ini pada ngakak. Jelas-jelas gurindam club udah banyak meraih prestasi di bidangnya, tapi apa di gubris? Tidak!! Kenapa?! Karna oknum dan penulis TOLOL!!

    Di Malaysia tepatnya di pulau penang, tahun 2009 saya ikut cabaran dan itu mewakili indonesia dari gurindam club. Dari Indonesia yang dikirim hanya 9 orang, termasuk dari tanjungpinang 4 orang. Disana mewakili 10 cabang olangraga, salah satunya kayak/kano yang di lakukan di laut lepas.

    Apakah itu termasuk tidak standarisasi? Padahal cakupan kegiatannya ASEAN!! Kalo tidak standarisasi, seharusnya dunia sudah gempar. Tapi kenapa kegiatan itu sampai sekarang masih ada?!!!

    Haduuuhh, kasian… jadi penulis perbanyak pengetahuan dan wawasan, biar ga ketahuan DOH nya.

    Saya juga jurnalis di salah satu media jogja, jadi saya paham betul kelakuan anda.

    Kasih lah anak istri sama orang tua tu pakai duit yang betul sikit, dunia ni sementara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *