NATUNA – Solidaritas masyarakat Kabupaten Natuna mengalir deras menyikapi musibah yang melanda saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Merespons tragedi kemanusiaan tersebut, Dompet Dhuafa Natuna menginisiasi aksi penggalangan dana kolaboratif yang melibatkan empat belas organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan kelompok mahasiswa, Minggu, 30 November 2025.
Koordinator Lapangan Dompet Dhuafa Natuna, Saddam Hafidzahullah, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan upaya konkret warga Natuna untuk turut berbagi dalam misi kemanusiaan.
“Kita melihat apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Sumatera adalah sesuatu hal yang sangat memilukan, yang seharusnya menggugah seluruh keprihatinan warga Indonesia. Dan kita di Natuna, tentu ingin mengambil bagian juga di dalam misi kemanusiaan. Kita hanya bisa berbuat kecil berupa penggalangan dana dari masyarakat Natuna,” jelas Saddam saat diwawancara di Pantai Piwang.
Ia menambahkan, inisiatif ini muncul untuk memfasilitasi keinginan masyarakat Natuna yang ingin berdonasi.
“Saya pikir masyarakat Natuna menunggu-nunggu momen ini. Mereka ingin berdonasi, tapi mungkin bingung menyalurkannya ke mana. Oleh karena itu kami dari Dompet Dhuafa menginisiasi dan menggagas ini supaya masyarakat yang ingin berdonasi ada tempatnya,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan dampak aksi, Dompet Dhuafa Natuna berhasil menghimpun empat belas organisasi dan kelompok, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Forum Anak, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAI Natuna, SKM STAI Natuna, Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI Natuna, Mapala STAI Natuna, Pramuka MAN 1 Natuna, OSIS SMAN 2 Bunguran Timur, OSIS SMAN 1 Bunguran Timur, Organisasi Kemanusiaan Alur Peduli Natuna, serta sejumlah mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
Antusiasme peserta aksi ternyata jauh melampaui perkiraan panitia. “Teknisnya memang di luar dugaan kami bahwa aksi ini hanya akan diikuti 20-an orang. Ternyata dari grup WhatsApp yang kami bentuk, ternyata sampai tembus 100 lebih anggotanya dan yang terlibat ada 81 peserta aksi bersama,” terang Saddam.
Aksi penggalangan dana dilakukan secara masif dengan menyebar para relawan ke titik-titik strategis di Kota Ranai. Lokasi yang ditempati antara lain lampu merah Pasar Lama, lampu merah depan Puskesmas Ranai, lampu merah Bandarsyah, serta ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Sudirman, Jalan Pramuka, Jalan Datuk Kaya, Jalan Hang Tuah, hingga menuju kawasan Ranai Darat.
Melalui aksi tersebut, berhasil terkumpul dana sebesar Rp 12.231.500. Dana ini akan disalurkan secara langsung kepada korban bencana melalui jaringan cabang Dompet Dhuafa yang sudah tersebar dan membuka posko di daerah-daerah terdampak.
“Kita tahu Dompet Dhuafa sudah berdiri lebih dari 30 tahun untuk membantu menyalurkan berbagai macam misi kemanusiaan ke berbagai daerah bahkan sampai ke luar negeri. Dompet Dhuafa mempunyai perwakilan-perwakilan di setiap daerah, terutama di daerah yang hari ini terdampak bencana. Di Aceh, di Sumatera Utara, Sumatera Barat ada, dan mereka membuka posko di titik-titik yang terdampak bencana. Jadi kita salurkan ke masing-masing cabang tersebut,” jelas Saddam mengenai mekanisme penyaluran yang transparan dan terpercaya.
Di penghujung wawancara, Saddam menyampaikan harapan mendalamnya. Pertama, ia berharap aksi kecil dari ujung utara perbatasan negara ini dapat menjadi penghibur bagi para korban.
“Saya berharap bahwa aksi kecil ini dari Natuna sebagai daerah di perbatasan di ujung utara negara, semoga juga menjadi penghibur lara bagi korban yang terdampak,” harapnya.
Kedua, dan yang paling krusial, ia menyampaikan aspirasi agar pemerintah menetapkan bencana di Sumatera sebagai Bencana Darurat Nasional.
“Dari ratusan ribu yang mengungsi, kami harap ada keterpanggilan hati dari pemerintah ybesar dalam menghimpun dana. Kemudian yang paling penting adalah menjadikan bencana Sumatera ini sebagai Bencana Darurat Nasional, apabila ditetapkan statusnya maka segala bentuk bantuan itu akan terbuka lebih luas dan lebih masif,” pungkasnya.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bukti nyata solidaritas masyarakat Natuna yang mengatasi jarak geografis, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi lintas sektor dalam menanggapi keadaan darurat nasional. (KP).
Laporan : Nisa Andini
Editor : Dhitto










