BUNGSEL (KP),- Terima kasih sebelumnya, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Begitulah ucapan yang keluar dari lisan Camat Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Faisal, S.STP kepada koranperbatasan.com, Jum’at 29 Mei 2020 pagi, sebelum mengurai lebih jauh seperti apa suasana lebaran di wilayahnya.
Menurut Faisal, situasi lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semua itu, dikarenakan pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) belum berakhir. “Dulu kita ada takbir keliling dan kegiatan-kegiatan lainnya. Tahun ini cukup di masjid dan surau masing-masing. Nah, itu salah satu perbedaan termasuk sholat idul fitri,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan sholat idul fitri, Faisal menyebutkan, sesuai anjuran pemerintah melalui surat edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI), boleh dilaksanakan, hanya saja tidak seperti biasa. “Melaksanakan di masjid, sesuai peraturan zona hijau. Tetapi aktifitas yang lain setelah itu, ditiadakan. Kalau dulu, kita mengadakan kenduri lebaran hari raya. Tahun ini dibuat sederhana sekali, hanya pengurus masjid saja,” ungkap Faisal.
Untuk kegiatan silaturahmi masyarakan, kata Faisal, tetap berjalan seperti biasa. “Tetapi tahun ini terkesan kurang semarak dan kurang meriah. Karena memang lebaran itu, takbiran yang bikin meriah. Setelah itu, baru kita bersilaturahmi dan berlebaran. Kali ini berjalan singkat, antisipasi pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19,” terangnya.

Himbauan pemerintah terkait upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di hari raya idul fitri sudah disampaikannya berkali-kali kepada masyarakat. Alhasil masyarakat dapat mengikutinya dengan penuh kesadaran. “Kami datang ke masjid, dan menyampaikan sesuai anjuran bupati, kita takbiran tetap di masjid. Jadi kami tidak jemu dan tidak bosan-bosan menyampaikan standar protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan, atur jarak, dan menjaga kebersihan,” pungkasnya.
Untuk diketahui oleh masyarakat, sebagai informasi tambahan lanjut Faisal, di OPD kecamatan terjadi pemangkasan anggaran sebesar 50 persen. Kemudian Dana Desa (DD) 30 persen. “Jadi dana pembangunan desa sebagian dialihkan ke BLT-DD Covit-19. Ini sebagai informasi, bahwa ada PMK Nomor 50 BLT diperpanjang dari April-Juni. Kemudian dari Juli-September,” imbuhnya.
Lebih jauh dikatakan Faisal, kalau dulu diberikan sebesar Rp600 ribu perbulan, sekarang berubah menjadi Rp300 ribu perbulan. “Memang sebagian besar alokasi anggaran kita untuk penanganan Covit-19. Kegiatan terbatas mungkin bisa ditiadakan,” paparnya.
Sebelum mengakhiri wawancara, Faisal kembali menyampaikan ucapan mohon maaf kepada seluruh umat islam, dimanapun berada. “Saya selaku camat secara pribadi dan konstitusi mengucapkan selamat hari raya kepada seluruh masyarakat, khususnya Kecamatan Bunguran Selatan. Mohon maaf lahir dan batin. Jadikan lebaran tahun ini momentum kemenangan kita dalam mengendalikan diri, dan sebagai manifestasi mencegah Covid-19 berkembang,” tutupnya. (KP).
Laporan : Riduan/Yani










