“Lomba debat dalam rangka Milad STAI Natuna ke-24 menjadi wadah mahasiswa mengasah nalar kritis terhadap isu nasional dan internasional.”
Ketua Panitia Milad STAI Natuna ke-24, Lukman Nurchakim, S.Ag., M.A., menyatakan kegiatan lomba debat antarmahasiswa digelar sebagai bagian dari rangkaian akademik untuk membentuk pola pikir kritis dan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu global.
NATUNA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna memperingati milad ke-24 dengan menggelar berbagai kegiatan akademik, mulai dari seminar internasional, pengabdian masyarakat, hingga lomba debat antarmahasiswa.
Ketua panitia pelaksana, Lukman Nurchakim, menjelaskan bahwa lomba debat menjadi salah satu kegiatan utama yang bertujuan melatih mahasiswa memahami isu-isu aktual secara kritis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Mahasiswa dalam hal ini tidak hanya belajar di bangku kuliah saja, tetapi sebagai agen perubahan yang harus peduli dengan isu-isu tersebut,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Kamis (30/4/2026).
Ia menuturkan, kegiatan debat berlangsung selama dua hari, dimulai dari babak penyisihan pada 23 April, hingga babak final pada 30 April 2026.
“Dari tanggal 23 itu babak penyisihan dengan enam tim, kemudian hari ini empat tim terbaik masuk final untuk memperebutkan juara 1, 2, 3, dan 4,” jelasnya.
Lukman menyebutkan, total terdapat enam tim peserta, masing-masing beranggotakan tiga orang. Para peserta berasal dari lima program studi berbeda, serta satu tim dari mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Ia menambahkan, tema debat difokuskan pada pengembangan pola pikir mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu strategis, baik nasional maupun global.
“Mahasiswa harus memiliki sensitivitas terhadap isu-isu tersebut, karena mereka adalah calon pemimpin masa depan yang dituntut memiliki wawasan luas dan kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa mahasiswa juga perlu memiliki perspektif global, termasuk kepedulian terhadap isu kemanusiaan internasional.
“Kita ingin mahasiswa memiliki cakrawala berpikir luas, peduli terhadap bangsa dan negara, serta isu global yang berkembang,” tambahnya.
Hingga kegiatan berlangsung, penilaian terhadap para finalis masih dalam proses oleh dewan juri untuk menentukan pemenang terbaik.
“Yang jelas kita harapkan yang menjadi juara adalah yang benar-benar layak dan terbaik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, STAI Natuna berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan global. (KP).
Laporan: Dini










