BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

Penutupan FLS3N Natuna Berlangsung Hikmat, Literasi Jadi Sorotan Utama

×

Penutupan FLS3N Natuna Berlangsung Hikmat, Literasi Jadi Sorotan Utama

Sebarkan artikel ini
Momen penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik dalam ajang FLS2N Natuna 2026 di Gedung Sri Serindit, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kreativitas siswa di bidang seni dan sastra.

“Penutupan FLS3N Natuna 2026 menegaskan pentingnya seni sebagai media literasi dan pengembangan karakter siswa.”

Ketua panitia pelaksana FLS3N Natuna, Subbihi, M.Pd., mengajak seluruh peserta menjadikan seni sebagai media literasi dalam kehidupan, saat memberikan sambutan pada penutupan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Gedung Sri Serindit, Natuna.

NATUNA – Penutupan sekaligus pengumuman pemenang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Natuna berlangsung lancar dan penuh khidmat. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan berlangsung selama dua hari, 28–29 April 2026 di Gedung Sri Serindit.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Subbihi, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari tahap persiapan hingga penutupan.

“Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua yang telah bahu-membahu mempersiapkan acara mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Kabupaten Natuna, Sutomo, S.Pd., para dewan juri, kepala sekolah, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif.

Subbihi menekankan bahwa ajang FLS3N bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk menggali potensi siswa yang selama ini belum tereksplorasi secara maksimal. Ia mengingatkan peserta agar menerima hasil perlombaan dengan lapang dada.

“Menang atau kalah adalah bagian dari proses untuk mengasah kemampuan agar lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan literasi melalui seni. Menurutnya, FLS3N merupakan bagian dari “universitas kehidupan” yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat.

“Sesungguhnya universitas kehidupan ini, termasuk FLS3N, merupakan ajang literasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengetahuan. Sehingga lifelong education bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi realitas kehidupan,” tegasnya.

Baca Juga:  SDN 001 Ranai Perkuat Budaya Melayu

Di akhir sambutan, Subbihi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan di masa mendatang.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pantun yang disambut antusias oleh para tamu undangan:

“Makan nasi lauknya ikan,

Dikasih kerupuk rasanya gurih.

Tak lupa kami haturkan

Banyak-banyak terima kasih.

Burung Irian, burung Cendrawasih,

Cukup sekian, terima kasih.”

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi siswa di Natuna untuk terus berkarya, berprestasi, serta menjadikan seni sebagai bagian dari penguatan literasi dan karakter generasi muda. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *