“Arus mudik menggunakan kapal Pelni Sabuk 48 mulai terlihat padat di Pelabuhan Sri Bintan Pura pada pertengahan bulan Ramadhan, menandai meningkatnya antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri.”
Bambang (inisial B), salah satu penumpang Kapal Pelni Sabuk 48, mengatakan dirinya membeli tiket sejak tiga hari sebelum keberangkatan agar tidak kehabisan tiket, saat ditemui di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
TANJUNGPINANG – Arus keberangkatan penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura mulai terlihat lebih padat dari biasanya pada pertengahan bulan suci Ramadhan.
Pantauan Koran Perbatasan sekitar pukul 12.00 WIB menunjukkan para calon penumpang KM Sabuk Nusantara 48 memadati area keberangkatan pelabuhan sejak beberapa jam sebelum kapal bertolak.
Sebagian besar penumpang terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari tas besar hingga kardus berisi kebutuhan yang akan dibawa pulang ke kampung halaman.
Bambang (inisial), salah satu penumpang, mengaku sengaja membeli tiket lebih awal untuk memastikan dirinya mendapatkan tempat di kapal.
“Kami membeli tiket H-3 sebelum keberangkatan karena biasanya di pertengahan puasa sudah banyak orang yang pulang kampung. Jadi supaya tidak kehabisan tiket, kami langsung beli lebih cepat,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan penumpang lain berinisial S. Ia mengatakan sengaja datang ke pelabuhan lebih awal agar proses naik ke kapal dapat berjalan lancar.
“Kami datang lebih awal karena takut macet di jalan dan supaya tidak terburu-buru saat naik kapal. Walaupun sudah ada nomor antrean, tetap lebih tenang kalau datang lebih cepat. Tahun ini menurut saya mudiknya juga terasa lebih ramai,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang petugas Pelni berinisial I yang bertugas membacakan daftar nama penumpang mengatakan jumlah penumpang pada pertengahan Ramadhan memang mengalami peningkatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih cepat agar proses keberangkatan kapal tetap berjalan sesuai jadwal.
“Di bulan Ramadhan ini penumpang memang lumayan padat, jadi kami harus membaca daftar nama penumpang lebih cepat dari biasanya agar proses naik kapal bisa berjalan lancar,” jelasnya.
Padatnya penumpang kapal ini menjadi tanda bahwa tradisi mudik Lebaran sudah mulai terasa sejak pertengahan bulan Ramadhan.
Meski harus menunggu lebih lama di pelabuhan, para penumpang terlihat tetap antusias karena tidak lama lagi akan bertemu dengan keluarga di kampung halaman. (KP).
Laporan: Venti










