Natuna Mulai Terapkan Penerbitan KK dan Akta Catatan Sipil Menggunakan HVS A4 80 Gram

oleh -697 views
Kadisdukcapil-Natuna-Provinsi-Kepulauan-Riau-H.-Ilham-Kauli-S.Sos-M.Si

NATUNA (KP),- Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, H. Ilham Kauli, S.Sos, M.Si menyebutkan akan segera melaksanakan penerbitan dokumen Kartu Keluarga (KK) dan Akta Catatan Sipil menggunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram bewarna putih kecuali KTP Elektronik dan Kartu Identitas Anak. Penerbitan tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019

Kemudian berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2019, dokumen kependudukan dan catatan sipil yang dicetak menggunakan format digital dan sudah ditandatangani secara elektronik menggunakan barcode dan KTP-Elektronik tidak memerlukan layanan legalisir, dikarenakan bagi pengguna yang berkepentingan dapat langsung men-scan barcode yang tersedia memastikan keabsahan dokumen kependudukan tersebut.

“Jadi kami sampaikan bahwa mulai bulan Agustus kami akan menerbitkan ini. Kita masih dalam tahap sosialisasi dan sudah edarkan surat edaran dari Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna yang diterbitkan pada tanggal 03 Agustus 2020,” kata Ilham Kauli, menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin, 10 Agustus 2020.

Penerbitan dokumen Kartu Keluarga (KK) dan Akta Catatan Sipil mengunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram bewarna putih akan dilakukan secara bertahap. “Kita sudah mengusulkan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Kalau memang sarana prasarana kita memadai, nanti masyarakat bisa mencetak sendiri ketika dokumennya itu sudah masuk di e-mail mereka. Maka sekarang setiap pengurusan dokumen masyarakat kita minta e-mail dan nomor hp,” ujarnya.

Untuk memastikan keaslian dokumen sudah terintegrasi ke sistem pusat bisa melalui klarifikasi kepada Disdukcapil atau men-scan barcode. “Barcode dikeluarkan oleh Badan Siber Sandi Negara (BSSN), jadi kalau orang yang membuat barcode itu ecek-ecek akan ketemu juga bahwa itu palsu,” tegasnya.

Masyarakat yang masih menggunakan KK Kertas Hologram tetap sah. Penerbitan bukan menarik yang ada, tetapi pelayanan kedepan manggunakan HVS A4 80 gram bewarna putih. “Masyarakat tidak perlu menggantikan dokumen itu sepanjang mereka tidak melakukan perubahan datanya. Misalkan ada yang meninggal, lahir dan pindah. Maka akan kita terbitkan karena lisensi dan legalitas dari dokumen itu bukan pada blangkonya lagi tetapi lebih kepada Tanda Tangan Elektronik (TTE) di Barcode,” pungkasnya.



Lebih jauh Ilham Kauli menyampaikan, pada tanggal 05 Agustus 2020 Disdukcapil sudah mensosialisasikan di Kecamatan Bunguran Barat. “Sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Puskesmas Sedanau tentang cakupan kepemilikkan Akta Kelahiran,” terangnya.

Sebagai Kadisdukcapil, Ilham berharap masyarakat sadar terhadap administrasi kepependudukan. Memutakhirkan data kependudukannya setiap terjadi perubahan seperti lahir, meninggal dan melaporkan sehinga data itu dengan sendirinya menjadi akurat,” tutupnya. (KP).


Laporan : Riduan / Johan



Memuat...