Penulis : Al Inayat Ezra Areta Jasa Gulo
Jurusan : Budidaya Perairan
Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
IKAN-IKAN di laut dan di air tawar berkembang tanpa campur tangan manusia. Tanpa diberi pakan, baik yang di air tawar, air payau dan air asin. Lihatlah, misalnya di parit, danau, waduk atau sungai banyak ditemui ikan gabus dan ikan toman, disebabkan habitat dan lingkungan yang memadai ikan hidup dengan baik, mampu beranak pinak secara alami, berbiak semakin banyak, berlaku juga dengan makhluk hidup lainnya.
Lalu apa jadinya jika lingkungan hidup ekosistem ikan rusak disebabkan oleh pencemaran salah satunya adalah pencemaran limbah industri. Limbah yang mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) diyakini mencemari linkungan perairan yang menyebabkan ribuan ikan mati.

Menurut pakar di bidang sumber daya air dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono, peningkatan konsentrasi limbah akibat tertahan saat alirannya dibendung dalam banyak kasus dapat mengakibatkan kematian ikan apabila bendungan dibuka. Karena biasanya mengalirnya sedikit-sedikit dan bercampur dengan air sungai, tiba-tiba tertahan dan mengendap dengan konsentrasi tinggi memang bisa menyebabkan kematian ikan.
Banyak peristiwa kematian dan pencemaran lingkungan hidup ikan, misalnya kejadian pada hari Selasa 14 Mei 2019 di kawasan sungai Indon Desa Tladan Kabupaten Magetan, Jawa Timur matinya ribuan ikan di sungai diduga karena pencemaran sungai oleh limbah pabrik tahu.
Air sungai yang sering dimanfaatkan oleh warga tersebut tiba-tiba menjadi kotor dan mengeluarkan bau menyengat. Pada selasa 23 Juli 2019 ribuan ikan kali Surabaya, Jawa Timur ikan mati, diduga terpapar limbah pabrik. Pada Selasa 01 Desember 2015 Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) mengatakan bahwa kematian ribuan ikan di kawasan Ancol, Jakarta Utara disebabkan oleh limbah industri.

Mungkin peristiwa diatas sedikit memprihatinkan bahwa begitu besar dampak negatif yang disebabkan oleh limbah industri. Banyak biota laut mati dan lingkungan tercemar akibat limbah tersebut. Dan kita sebagai manusia harus bisa mengatasi masalah tersebut.
Mungkin dengan cara tidak secara langsung membuang limbah cair ke sumber air, tidak membuang sampah ke sumber air, mengubur limbah-limbah yang bersifat organik, menggunakan kembali limbah-limbah pabrik yang masih bisa didaur ulang, menanam banyak pepohonan, dan lain sebagainya yang bersifat tidak mengotori lingkungan air. Mungkin jika kita melakukan hal tersebut ikan-ikan dan lingkungan perairan bisa terlestarikan. (KP).
Kiriman Pembaca koranperbatasan.com Senin, 16 Desember 2019










