SUARA RAKYATTANJUNGPINANG

Awal Ramadhan Penumpang Kepri Trans Menurun

×

Awal Ramadhan Penumpang Kepri Trans Menurun

Sebarkan artikel ini
Admin Trans Rute Tanjungpinang-Tanjung Uban, Saipul, dan penumpang Kepri Trans Sei Carang, Jumat (27/2/2026).

“Memasuki awal Ramadhan 1447 Hijriah, jumlah penumpang Kepri Trans rute Tanjungpinang-Tanjung Uban mengalami penurunan, sementara layanan pengiriman barang tetap stabil dan diminati masyarakat.”

TANJUNGPINANG – Admin Trans Rute Tanjungpinang-Tanjung Uban, Saipul, menyebutkan jumlah penumpang Kepri Trans Sei Carang mengalami penurunan pada awal Ramadhan, Jumat (27/2/2026), saat ditemui di area parkiran bus Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang Batu 10, Sei Carang.

Penurunan jumlah penumpang Kepri Trans pada awal Ramadhan tahun ini dinilai berbeda dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, arus perjalanan masyarakat antara Tanjungpinang dan Tanjung Uban cenderung meningkat sejak hari-hari pertama puasa.

“Biasanya awal Ramadhan ramai, banyak yang gunakan bus trans untuk perjalanan pulang-pergi Tanjungpinang-Bintan. Tapi sekarang agak berkurang, mungkin karena masih awal-awal puasa,” ujar Saipul kepada Koran Perbatasan.

Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor. Selain suasana awal Ramadhan yang membuat masyarakat membatasi aktivitas luar rumah, faktor ekonomi dan belum adanya jadwal libur juga diduga turut memengaruhi minat bepergian.

Meski demikian, pihak pengelola tetap optimistis jumlah penumpang akan meningkat menjelang akhir bulan puasa.

“Coba nanti saat akhir Ramadhan, biasanya ramai. Semoga tahun ini juga begitu,” tambahnya.

Di tengah penurunan jumlah penumpang, layanan pengiriman barang melalui armada Kepri Trans justru tetap stabil. Jasa ini masih dipercaya masyarakat karena tarifnya dinilai terjangkau dan prosesnya relatif cepat.

Salah satu pelanggan berinisial K mengaku rutin menggunakan layanan tersebut untuk mengirim barang ke Uban. Ia menilai biaya pengiriman melalui Kepri Trans jauh lebih ekonomis dibandingkan alternatif lain.

“Kalau kirim barang lewat sini, biasanya cuma Rp35.000 untuk ukuran kotak mi instan. Kalau pakai jasa lain seperti ojek online, bisa lebih mahal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tanjung Unggat Diguncang Isu BBM, Polisi Turun Tangan

Selain untuk pengiriman barang, pelanggan tersebut juga kerap menggunakan bus trans sebagai moda transportasi menuju pelabuhan di Tanjung Uban untuk menyeberang dengan kapal roro. Tarif penumpang sebesar Rp35.000 per orang dianggap cukup membantu mobilitas masyarakat.

Terkait keamanan perjalanan, ia mengaku merasa aman dan nyaman selama menggunakan layanan tersebut.

“Sampai sekarang kami merasa aman. Supirnya juga amanah, ramah, dan tidak ugal-ugalan di jalan,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, penurunan jumlah penumpang Kepri Trans di awal Ramadhan dinilai masih dalam batas wajar. Pihak pengelola berharap momentum mudik serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir Ramadhan dapat kembali mendongkrak jumlah pengguna jasa, sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi dan pengiriman barang yang tersedia. (KP).


Laporan: Venti


 

📊 Views: 29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *