Prihal Pelaporan Wartawan ke Polres Oleh Pejabat Lingga, Ketua Galaksi Kepri Angkat Bicara

oleh -754 views

LINGGA (KP),- Ketika bersalah memang harus dihukum sesuai kesalahan, namun setiap kesalahan itu pasti ada teguran persuasip terlebih dahulu. Namun kemungkinan terlau emosi serta keangkuhan memegang jabatan, maka khilaf sehingga berujung kesalahan ringan tadi harus di bawa ke pihak berwajib.

Nah, hal ini terjadi di Kabupaten Lingga pada Tahun 2020, yang mana akibat media online menerbitkan berita kebenaran sesuai dengan UU kebebasan Pers, namun pihak pejabat Lingga setingkat kepala desa sangat gerah. Sehingga melaporkan salah satu wartawan media indigonews.id  ke Polres Lingga pada bulan Maret 2020.

Delik aduannya adalah pencemaran nama baik seseorang Kepala Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare. Namun karena laporan dari manapun Polres Lingga, tetap menerimanya. Tidak lepas dari itu, akibat berita yang dianggap menyudutkan pemerintah Lingga dan dianggap berita bohong, maka pejabat Lingga Kabag Humas ikutan telah melaporkan juga ke Polres Lingga dengan delik aduan “penyebaran berita bohong” dengan nomor laporan lp-b/04/III/2020/kepri/spkt-polres Lingga Tanggal 23 Maret 2020.

Dengan media yang dilaporkan adalah indigonewas.id, ketika melaporkan kejadian itu Jumadi selaku Kabag Humas Lingga. Dari kedua laporan ini, dukungan juga datang dari pejabat lain yaitu, seorang camat Katang Bidare safarudin yang bersuara lantang  dan mendukung terhadap kedua laporan tersebut.

Adapun judul berita yang telah diterbitkan oleh indigonews.id seputar dugaan penjualan Pulau Katang untuk idustri pariwisata yang dilakukan oleh kades Benan Mar’at. Dari berita itulah, maka membuat ketiga pejabat di Lingga tersebut sangat geram, namun pada media online yang lain juga Kades Benan, ketika itu membantah jika dirinya menjual Pulau Katang tersebut. Dari berita yang telah terbitakan dan juga informasi dari masyarakat, bahwa memang benar jika Pulau Katang itu akan dijadikan destinasi wisata lokal maupun mancanegara, namun tentang penjualan pulau itu, sampai sekarang masih mesteri.

Melihat gelagat dari pejabat yang dimaksud, Ketua Galaksi kepri, Zulkipli angkat bicara yang pada intinya meminta ketiga pejabat Lingga tersebut, agar sekiranya ketika ada wartawan yang melakukan kesahalahn dalam tulisan dan lainnya supaya Pemerintah Lingga dan Pejabat Lingga mulai dari tingkat RT bisa memanggil wartawan tersebut. “Pejabat Lingga mulai dari tingkat RT bisa memanggil wartawan tersebut untuk diberikan klarifikasi. Serta edukasi yang baik pada pemburu berita dan jangan mentang-mentang pejabat tinggi langsung main lapor ke Polres,” ungkap Zulkipli kepada koranperbatasn.com ketika berada di Tanjungpinang Bulan Agustus 2020.

Lanjut Galaksi Kepri, bahwa pemerintah dan pejabat Lingga punya hak juga untuk melaporkan hal tersebut,” Pejabat Lingga punya hak juga untuk melaporkan hal tersebut. Namun harus melihat juga sisi kebenaran beritanya, karena wartawan juga dilindungi oleh undang-undang,” ungkap Zulkipli.



Sementara itu, pantauan dilapangan, bahwa laporan yang telah disampaikan oleh Kepala Desa Benan tersebut, telah dicabut pada Minggu yang lalu di Polres Lingga. Yang man, saksikan oleh wartawan indigonews.id Pauzan dan Pengurus Galaksi Kepri pada Tanggal 3 Agustus 2020.

Sedangkan laporan yang disampaikan oleh Jumadi ke Polres Lingga, sampai saat ini masih belum diproses oleh pihak Polres. Dan ketika koranperbatasan.com  mengkonfirmasi hal ini ke Jumadi perihal realisasi laporan yang telah masuk ke Polres Lingga,  Jumadi tidak memberikan penjelasan sedikitpun. (KP).


Laporan : Aman

Editor : Riduan



Memuat...