“Keindahan bunga sakura yang biasanya identik dengan Jepang ternyata juga dapat ditemukan di Kota Kijang, Kabupaten Bintan, dan menjadi daya tarik bagi masyarakat setiap kali musim mekarnya tiba.”
Rehan, pengunjung sekaligus konten kreator asal Kota Kijang, mengatakan bahwa pohon sakura yang tumbuh di kawasan kolam dekat Masjid Raya Nurul Iman Kijang hanya berbunga sekali dalam setahun dan selalu menarik perhatian masyarakat, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.40 WIB.
BINTAN – Keberadaan pohon sakura di kawasan dekat kolam sekitar Masjid Raya Nurul Iman Kijang menjadi fenomena menarik bagi warga di Kijang.
Setiap kali bunga sakura tersebut bermekaran, suasana di sekitar masjid berubah menjadi lebih indah dan ramai didatangi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung keunikan pohon tersebut.
Rehan mengaku sudah cukup lama mengetahui keberadaan pohon sakura itu. Ia mendapatkan cerita tentang sejarah pohon tersebut dari orang tuanya serta dari berbagai artikel yang pernah ia baca.
Menurutnya, momen mekarnya bunga sakura selalu menjadi saat yang ditunggu oleh warga setempat.
“Kalau sudah berbunga, warga Kijang sangat senang dan ramai datang melihat. Bahkan orang dari daerah jauh seperti Mantang dan Numbing juga ikut datang untuk menyaksikan langsung keindahan bunga sakura itu,” ujarnya.
Ia juga menceritakan kisah yang pernah disampaikan ibunya mengenai asal-usul pohon sakura tersebut.
Menurut cerita yang beredar di masyarakat, dahulu seorang warga Jepang bernama Tanaka membawa bibit pohon sakura dari Jepang ketika bekerja di perusahaan tambang bauksit pada masa penjajahan.
Pohon sakura tersebut awalnya tumbuh di kawasan sekitar Masjid Raya Kijang. Namun pohon itu sempat mati.
Beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 2005, seorang pensiunan bernama Abdul Muin disebut mengumpulkan kembali bibit-bibit sakura yang masih ada.
Bibit tersebut kemudian ditanam kembali oleh seorang warga bernama Dewi di area dekat kolam kawasan Masjid Raya Kijang.
Meski demikian, di tengah masyarakat sempat muncul perbedaan pendapat mengenai asal-usul pohon sakura tersebut. Ada yang meyakini pohon tersebut tumbuh secara alami.
Namun menurut Rehan, kemungkinan besar pohon tersebut berasal dari bibit yang pernah dibawa dari Jepang.
“Saya juga sempat membaca beberapa artikel yang ceritanya hampir sama dengan yang disampaikan orang tua saya,” katanya.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan pohon sakura ini menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki pohon sakura yang dapat berbunga indah.
Setiap kali musim berbunga tiba, kawasan kolam di sekitar masjid tersebut selalu ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati pemandangan bunga sakura yang bermekaran. (KP).
Laporan: Venti










