NATUNA – Menyambut Hari Guru Nasional (HGN) 2025 sekaligus memperingati HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), SDN 007 Ranai Darat menyelenggarakan festival seni dan literasi yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 ini dirancang sebagai wadah apresiasi terhadap guru sekaligus mengembangkan bakat serta minat seni dan literasi siswa.
Januar, S.Pd., selaku Wali Kelas 6 SDN 007 Ranai Darat dan penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa festival ini memiliki tujuan multidimensional. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melatih bakat dan minat anak-anak serta mengimplementasikannya sebagai penghargaan berbentuk mahakarya.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan bakat dan minat tentang seni serta untuk motivasi anak agar bangkit berkreasi sebagai persembahan di Hari Guru,” jelas Januar saat diwawancarai koranperbatasan.com di ruang kerjanya.

Festival seni dan literasi ini dirancang dengan cermat, membagi peserta berdasarkan tingkat kelas dan jenis lomba. Untuk peserta didik kelas rendah (kelas 1-3), lomba yang diadakan adalah membaca puisi. Sementara itu, peserta didik kelas tinggi (kelas 4-6) mengikuti lomba bercerita rakyat.
Uniknya, lomba bercerita rakyat untuk kelas tinggi menerapkan pendekatan tematik berdasarkan gender. Peserta laki-laki membawakan cerita berjudul “Asal-usul Selat Nasi di Pulau Subi”, sedangkan peserta perempuan membawakan cerita “Sak Liak Sak Liu” yang berlatar di Pulau Sedanau. Pembagian tema ini tidak hanya menambah kekayaan budaya tetapi juga memungkinkan peserta menyelami cerita dengan lebih mendalam.

Januar menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membangun minat baca dan literasi peserta didik, terutama di tengah tantangan era digital.
“Ini juga bercerita ini juga menumbuhkan minat baca siswa. Karena kita tahu, apalagi zaman teknologi sekarang, anak-anaknya jarang membaca. Jadi, dengan adanya lomba ini, juga menumbuhkan bakat minat literasi di kalangan siswa,” ujarnya.
Melalui festival ini, sekolah berharap dapat menciptakan ruang bagi peserta didik untuk berekspresi dan mengembangkan kemampuan komunikasi, sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita rakyat lokal sebagai bagian dari identitas budaya mereka.
Dalam hal pendanaan, Januar mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan sekolah yang didanai melalui Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tanpa melibatkan sponsor eksternal.
“Kita enggak ada sponsor. Kegiatan ini memang sudah diprogram dan dianggarkan setiap tahun untuk Hari Guru. Anggarannya berasal dari dana BOS dan dana sekolah,” ungkap Januar.

Menutup wawancara, Januar menyampaikan harapannya agar festival seni dan literasi ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Kami juga berharap dukungan dari orang tua siswa atas terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan akan kita lanjutkan setiap tahun, karena dengan adanya kegiatan ini banyak manfaat positif yang diberikan,” harapnya.
Januar juga berpesan kepada pemerintah daerah untuk lebih memperbanyak kegiatan serupa yang menyentuh langsung kalangan peserta didik.
“Kepada pemerintah harapan untuk kedepannya semoga bisa membantu dengan mengadakan lebih banyak kegiatan-kegiatan yang menyentuh di kalangan siswa, terutama lomba-lomba tingkat kabupaten,” tutup Januar, mengakhiri pembicaraan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang sehat, tetapi juga mencerminkan komitmen SDN 007 Ranai Darat dalam menciptakan pendidikan yang holistik, memadukan penguatan akademik, karakter, dan budaya literasi dalam satu kesatuan yang harmonis. (KP).
Laporan : Nisa Andini
Editor : Dhito










