NATUNA – Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 007 Ranai Darat, Kabupaten Natuna Provinsi Kepri, Burhaji, S.Pd.SD mengatakan penguatan karakter bagi anak-anak sekolah dasar sangat penting. Karakter menjadi fokus utama pendidikan saat ini. Sekolah berkomitmen melakukan perbaikan karakter bagi anak-anak.
Kata Burhaji salah satu upaya melalui pendidikan yang lebih terpadu dan inovatif terutama di tengah tantangan perkembangan teknologi. Fenomena ini sering kali di picu oleh pengaruh media sosial yang semakin marak.
“Kita akan benahi sesuai dengan kurikulum merdeka yaitu pendidikan karakter melalui metode yang berlaku dengan perkembangan. Untuk peningkatan-peningkatan itu tentunya tidak sekedar metode saja tapi ada media pendukungnya,” ungkap Burhaji kepada koranperbatasan.com diruang kerjanya, Selasa, 20 Februari 2025.
Menurut Burhaji saat ini SD 007 Ranai Darat telah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi sebagai media pendukung peningkatan kualitas anak dalam proses belajar mengajar. Setiap kelas dilengkapi dengan alat presentasi dan akses internet memadai sehingga para guru dapat menyampaikan materi pelajaran dengan lebih menarik dan interaktif.
Dalam hal ini Burhaji memastikan pentingnya pemahaman psikologi perkembangan anak bagi guru untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sesuai dengan masa berkembang. Agar dapat memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan setiap siswa baik di kelas rendah maupun kelas tinggi.
Burhaji menjelaskan, dalam menghadapi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, pihak sekolah menyediakan les tambahan dan melakukan kerjasama dengan psikolog untuk memberikan bimbingan yang diperlukan. Sebab setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung latar belakang ekonomi dan kemampuan belajar masing-masing sehingga pendekatan yang diterapkan harus disesuaikan.
“Kami tidak membedakan antara anak-anak berstatus ekonomi lemah sama semua anak-anak kita lakukan sama ketika dia ada masalah tetap kita laksanakan bimbingan atau kita kasih pengayaan,” terang Burhaji.
Burhaji menuturkan dalam rangka mencegah masalah perundungan pihak sekolah telah memasang poster-poster edukatif mengenai bullying, narkoba, dan kekerasan seksual. Selain itu pihak sekolah juga rutin mengundang narasumber seperti psikolog dan tokoh masyarakat memberikan motivasi dan pengetahuan kepada siswa mengenai isu-isu tersebut.
Burhaji juga mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam pendidikan anak-anak mereka, karena pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan.
“Selalu kita libatkan perannya dengan mengundang orang tua untuk berbicara tentang bagaimana anak-anak mereka kedepannya nanti,” tutur Burhaji.
Sebagai Kpesek SDN 007 Burhaji berharap kepada orang tua bisa memahami betapa pentingnya peranan mereka dalam mendukung serta meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter bagi anak-anak.
“Kami harap ada kerjasama orang tua dan sekolah. Ketika di sekolah adalah anak kami. Ketika di rumah mereka anak orang tua. Kalau komunikasi putus tentu susah, sekolah bermaksud A, orang tua bermaksud B, tidak nyambung,” harapnya.
Kata Burhaji pihak sekolah juga sudah bekerjasama dengan masyarakat lingkungan sekitar pada setiap ada kegiatan-kegiatan sekolah mengundang RT. Bahkan melibatkan mereka dalam menyusun anggaran untuk diketahui bersama.
“Sekolah ini bukan milik kami, ini milik daerah dan masyarakat. Supaya kedepan sekolah bisa bagus, dan mendapat dukungan dari masyarakat,” tegas Burhaji.
Burhaji juga berharap kepada pemerintah agar tetap memberikan dukungan terhadap inovasi baru sistem belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi. Mendukung penuh pendidikan dan pengetahuan teknologi bagi anak. Saat ini pihak sekolah sedang berusaha mencoba menerapkan pembelajaran google.
“Cuma kita masih mengusulkan perangkatnya karena untuk pembelajaran google itu minimal harus ada 60 tablet. Kemudian masalah handphone yang menjadi kelamahan bagiamana merubahnya menjadi kekuatan bagi anak-anak. Makanya dukungan pemerintah sangat kita perlukan untuk mencapai itu,” tutup Burhaji. (KP).
Laporan : Dhitto










