BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

HUT Ke-69, SMPN 1 Bunguran Timur Gelar Spansa Cup 

×

HUT Ke-69, SMPN 1 Bunguran Timur Gelar Spansa Cup 

Sebarkan artikel ini
Tim sepak bola SMPN 1 Bunguran Timur bersama pelatih berfoto di lapangan dalam rangkaian Spansa Cup V, turnamen antarpelajar SMP/MTs sederajat yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-69 SMPN 1 Bunguran Timur di Kabupaten Natuna.

“Memeriahkan HUT ke-69 sekolah, SMPN 1 Bunguran Timur kembali menggelar Spansa Cup V yang mempertemukan 23 SMP/MTs sederajat se-Kabupaten Natuna dalam ajang olahraga dan akademik.” 

 

Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengatakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 sekolah diisi dengan berbagai perlombaan melalui turnamen Spansa Cup V yang melibatkan siswa tingkat SMP/MTs sederajat se-Kabupaten Natuna. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antarsekolah sekaligus sarana menanamkan nilai sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan kepada para siswa. 

 

NATUNA – Spansa Cup V merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan SMPN 1 Bunguran Timur sejak 2022, setelah sekolah mendapat kesempatan kembali menggelar kegiatan usai pandemi Covid-19. 

Zurna menjelaskan, munculnya Spansa Cup berawal dari gagasan untuk merayakan milad sekolah melalui kegiatan perlombaan antarsiswa SMP/MTs sederajat di Kabupaten Natuna. 

“Tujuannya tidak lain adalah untuk mempererat silaturahmi antarsekolah selevel agar hubungan baik dan pertemanan tetap terjaga. Ini juga menjadi wadah mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi tuan rumah yang baik serta bertanding secara sportif,” ujar Zurna kepada koranperbatasan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026). 

Menurutnya, Spansa Cup tidak hanya diarahkan untuk mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran bagi para siswa mengenai arti kebersamaan. 

“Selain perlombaan ini untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kami menanamkan kepada anak-anak bahwa kalah dan menang itu biasa. Yang terpenting adalah semangat untuk tetap bersaudara dan berteman,” jelasnya. 

Empat Cabang Perlombaan 

Pada pelaksanaan Spansa Cup V tahun ini, terdapat empat cabang perlombaan yang dipertandingkan. Yakni sepak bola putra, bola voli putra, bola voli putri, serta lomba akademik Ranking 1 yang dikemas seperti cerdas cermat. 

Untuk cabang sepak bola, Zurna mengatakan pertandingan hanya diperuntukkan bagi peserta putra. Pemilihan cabang tersebut mempertimbangkan minat siswa serta popularitas olahraga sepak bola yang dinilai lebih familiar di berbagai wilayah. 

“Jadi, kami mengambil cabang lomba itu yang memang paling banyak minatnya, kemudian juga seperti olahraga rakyat yang dikenal di kampung-kampung,” katanya. 

Kegiatan berlangsung selama sekitar 10 hari dan dijadwalkan berakhir pada 3 September 2026. Jumlah peserta mencapai 23 sekolah tingkat SMP/MTs sederajat. 

Baca Juga:  IAI Natuna Perkuat Struktur, Siapkan Strategi Kampus 2026

Zurna mengatakan pelaksanaan turnamen sengaja ditempatkan pada akhir Agustus. Hal itu dilakukan agar kegiatan tidak berbenturan dengan berbagai agenda resmi pemerintah daerah yang biasanya cukup padat pada pertengahan Agustus. 

“Memang setiap tahunnya kami itu mundur di akhir Agustus. Akhir Agustus sudah agak lengang, acara-acara atau agenda-agenda daerah untuk kegiatannya itu sudah agak lengang, baru kita mengadakan Spansa Cup ini,” jelasnya. 

Perhatikan Kondisi Fisik dan Jadwal Kapal 

Di tengah pelaksanaan turnamen, pihak sekolah juga menyesuaikan pertandingan dengan kondisi cuaca yang cukup panas. Khusus sepak bola, waktu pertandingan diperpendek menjadi 30 menit untuk setiap babak dan diberikan waktu istirahat untuk minum atau water break pada menit ke-15. 

“Karena cuaca memang mendukung panas, jadi memang tidak ada kendala apa pun. Hanya saja khusus untuk bola kaki memang kita adakan juga break atau break minumnya. Jadi, waktunya kita perpendek, satu babak itu 30 menit,” ujar Zurna. 

Penyesuaian juga dilakukan terhadap sekolah-sekolah peserta yang datang dari wilayah kepulauan jauh. Zurna menyebut SMPN 2 Serasan dan peserta dari Subi termasuk yang harus menyesuaikan perjalanan dengan jadwal transportasi laut. 

Menurutnya, sekolah penyelenggara tidak menyediakan transportasi maupun akomodasi bagi peserta dari luar wilayah. Para peserta mengatur kebutuhan perjalanan masing-masing, meski untuk sekolah dari wilayah jauh biasanya terdapat dukungan dari daerah atau kecamatan masing-masing. 

“Jadi memang untuk jadwal mereka itu memang kita usahakan bagaimana kita mengondisikan mereka jangan sampai mereka, misalnya, menang tetapi mereka tidak bertanding karena jadwal. Nah, jangan sampai terjadi seperti itu,” katanya. 

Zurna menilai partisipasi sekolah-sekolah tahun ini cukup tinggi. Bahkan, sekolah dari wilayah kepulauan yang jauh tetap menunjukkan antusiasme untuk mengikuti turnamen. 

“Iya, kami pun enggak nyangka kalau untuk tahun ini luar biasa gitu kan partisipasi sekolah-sekolah itu. Biasanya kalau sekolah-sekolah jauh itu kan mereka mau tahu seperti apa sekolah yang di ibu kota kabupaten itu. Ajang silaturahmi lah seperti itu,” ujarnya. 

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Natuna Musnahkan 0,54 Gram Sabu Hasil Temuan di Kapal KM Bahtera Nusantara 01

Tanamkan Sportivitas dan Persaudaraan 

Selain menjadi ajang kompetisi, Spansa Cup V juga diarahkan sebagai media untuk melatih solidaritas dan kekompakan antarpelajar. 

Zurna menegaskan, para siswa harus memahami bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam sebuah pertandingan. Nilai persaudaraan dan kemampuan menerima hasil pertandingan menjadi bagian penting yang ingin ditanamkan sekolah. 

“Di situlah kita tanamkan kepada anak-anak bagaimana menjaga persaudaraan. Kalau memang kalah, kita harus legowo dan tetap berkawan,” ujarnya. 

SMPN 1 Bunguran Timur Berdiri Sejak 1957 

Di balik pelaksanaan Spansa Cup, SMPN 1 Bunguran Timur juga memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan di Natuna. 

Zurna menjelaskan sekolah tersebut berdiri pada 1957 sebagai sekolah swasta. Kemudian, sekolah dinegerikan pada 14 Agustus 1975. Karena itu, peringatan HUT sekolah dilaksanakan setiap Agustus, meski turnamen Spansa Cup digeser ke akhir bulan agar tidak berbenturan dengan agenda daerah. 

Memasuki usia ke-69, Zurna berharap SMPN 1 Bunguran Timur tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi juga terus berprestasi dan berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa. 

“Kalau sudah umur manusia cukup renta, hampir 70 tahun. Tapi harapan kita untuk sekolah kita tetap ingin berprestasi, tetap ingin mencerdaskan anak bangsa,” katanya. 

Ia juga menekankan pentingnya tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta perubahan kurikulum. 

“Teruslah belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta kurikulum. Tanamkan semangat berprestasi kepada anak-anak agar sekolah kita terus berkontribusi mencerdaskan anak bangsa,” pesannya. 

Zurna berharap SMPN 1 Bunguran Timur ke depan semakin maju, dengan guru dan siswa yang mampu mengikuti perkembangan pendidikan. 

“Mudah-mudahan ke depannya sekolah kita semakin maju, para guru dan siswa bisa terus menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan, khususnya di SMP Negeri 1 Bunguran Timur,” pungkasnya. (KP). 


Laporan: Dini 


 

📊 Views: 66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *