“Karena di kapal Bukit Raya ini, ini perayaan Natal yang pertama kali dari sekian belas tahun. Jadi kawan-kawan yang beragama Kristen di atas kapal ini, termasuk saya pribadi, tergerak hatinya bersama-sama untuk mau merayakan Natal di KM Bukit Raya ini,” ujar Welly.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana karena telah terbentuk panitia Oikumene di atas kapal, yang sejak jauh hari mempersiapkan seluruh kebutuhan perayaan, mulai dari fasilitas ibadah hingga dekorasi ruangan.

“Fasilitas maupun sarana dan prasarana, seperti alat-alat untuk mempercantik ruangan dan hiasan, sebagian dari perusahaan dan sebagian dari panitia Oikumene melalui pembelanjaan uang kolekte,” jelasnya.
Soal anggaran, Welly menyebut tidak terlalu besar karena mendapat bantuan dari pusat serta Oikumene pusat untuk setiap kapal, termasuk KM Bukit Raya. Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah besarnya biaya, melainkan makna kebersamaan dan spiritualitas yang terbangun di antara para kru.










