NATUNAPENDIDIKAN

SMPIT NIQ Natuna Perkuat Akhlak dan Digitalisasi

×

SMPIT NIQ Natuna Perkuat Akhlak dan Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMPIT Natuna Insan Qur’ani (NIQ), Muhammad Arif, M.Pd., foto bersama siswa siswinya.

“SMPIT Natuna Insan Qur’ani terus memperkuat pendidikan berbasis akhlak Al-Qur’an yang dipadukan dengan Kurikulum Merdeka serta pengembangan sistem pembelajaran digital.”

 

NATUNA – Kepala Sekolah SMPIT Natuna Insan Qur’ani (NIQ), Muhammad Arif, M.Pd., menegaskan peningkatan kualitas peserta didik di sekolah yang dipimpinnya dilakukan melalui penguatan akhlak berbasis Al-Qur’an serta pengembangan inovasi pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kepala sekolah, Kamis (22/1/2025).

Muhammad Arif menjelaskan, pembinaan akhlak menjadi fokus utama SMPIT NIQ Natuna melalui program tahfiz Al-Qur’an. Namun, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan, tetapi juga harus diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari peserta didik.

“Anak-anak kita tekankan bahwa Al-Qur’an itu tidak cukup hanya dihafal, tapi juga harus diamalkan dalam perbuatannya. Memang berat, tapi insyaallah kita lakukan secara bertahap untuk memperbaiki akhlak mereka,” ujarnya.

Selain penguatan karakter, SMPIT NIQ Natuna juga aktif mendorong prestasi akademik siswa melalui keikutsertaan dalam berbagai olimpiade. Dalam beberapa waktu terakhir, siswa SMPIT NIQ berhasil meraih prestasi dengan membawa pulang medali perak dan perunggu di sejumlah mata pelajaran.

“Alhamdulillah, anak-anak kita berprestasi. Ada yang meraih medali perak di mata pelajaran IPA, kemudian medali perunggu di IPS dan PAI. Ini menjadi gambaran peningkatan kualitas peserta didik,” kata Arif.

BACA JUGA: Pengusaha Natuna Gandeng SMK Produksi Nugget

Menurutnya, pendidikan akhlak di SMPIT NIQ berjalan seiring dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Sebagai sekolah Islam Terpadu, SMPIT NIQ mengombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum khas IT melalui program Bina Pribadi Islami (BPI).

“Di Kurikulum Merdeka ada Profil Pelajar Pancasila. Di sekolah IT, kita punya BPI. Jadi penilaian dan pembinaan akhlak kita kolaborasikan agar sejalan antara kurikulum nasional dan kurikulum IT,” jelasnya.

Baca Juga:  Hadiri Musrenbangcam, Bupati Natuna Minta Prioritaskan Kebutuhan Petani

Dalam menghadapi tahun ajaran baru, SMPIT NIQ Natuna juga mulai memfokuskan diri pada digitalisasi pendidikan. Sekolah telah menerima bantuan layar interaktif dan tengah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis digital.

“Kita mulai fokus ke digitalisasi dunia pendidikan. LMS kita berbasis aplikasi, absensi siswa dan guru berbasis online, bahkan anak-anak akan diberikan kartu dengan barcode,” ungkap Arif.

Ia menambahkan, sistem digital tersebut juga memungkinkan orang tua memantau kehadiran dan perkembangan tahfiz anak secara real time melalui aplikasi.

“Orang tua bisa langsung tahu anaknya sudah di sekolah atau belum. Nilai tahfiz juga bisa dipantau dari rumah,” ujarnya.

Terkait perbedaan kemampuan belajar siswa, Arif menegaskan sekolah mengedepankan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dan kolaborasi dengan orang tua.

“Setiap anak berbeda. Guru tidak boleh men-judge anak. Kita lakukan pendekatan yang tepat dan berkolaborasi dengan orang tua, karena pendidikan tidak bisa dibebankan sepenuhnya ke sekolah,” katanya.

BACA JUGA: SDIT NIQ Natuna Fokus Pendidikan Qurani

Untuk persoalan perundungan, SMPIT NIQ Natuna disebut masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pihak sekolah tetap menerapkan pendekatan persuasif jika ditemukan kasus ejek-mengejek antar siswa.

“Kita cari dulu latar belakangnya, lakukan pendekatan ke anak dan orang tua, serta memperhatikan pemulihan mental korban. Itu penting,” tegasnya.

Di sisi lain, Arif berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, terutama dalam perbaikan fasilitas sekolah. Ia mengakui, meski telah mendapat bantuan gedung, beberapa sarana pendukung masih terbatas.

“Kondisi tempat wudhu dan WC masih terbatas. Idealnya ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Ke depan tentu kami berharap ada uluran tangan dari pemerintah,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *