NATUNAPEMERINTAHANPENDIDIKAN

SDIT NIQ Natuna Fokus Pendidikan Qurani

×

SDIT NIQ Natuna Fokus Pendidikan Qurani

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SDIT Natuna Insan Qur’ani (NIQ), Sakinah, S.Pd.,

“Fokus utama SDIT Natuna Insan Qur’ani diarahkan pada penguatan akhlak, bacaan, dan hafalan Al-Qur’an tanpa mengesampingkan pendidikan umum.”

 

NATUNA – Kepala Sekolah SDIT Natuna Insan Qur’ani (NIQ), Sakinah, S.Pd., menegaskan bahwa fokus utama pendidikan di sekolah yang dipimpinnya adalah penguatan nilai keagamaan, khususnya pembentukan akhlak, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta hafalan Al-Qur’an peserta didik.

Sakinah menjelaskan, pendidikan di SDIT Natuna Insan Qur’ani diarahkan pada pembentukan karakter religius sejak dini. Fokus keagamaan tersebut mencakup pembinaan akhlak dan moral anak, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta hafalan Al-Qur’an sebagai bagian utama dari proses pembelajaran.

“Fokus utama kami memang di bidang keagamaannya. Itu mencakup akhlak atau moral anak, bacaan Al-Qur’an, dan hafalan Al-Qur’an,” ujar Sakinah saat diwawancarai di ruang kepala sekolah, Selasa, 20 Januari 2026.

Meski demikian, ia menegaskan mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia dan Matematika tetap diajarkan secara seimbang. Menurutnya, pendidikan agama dan umum harus berjalan beriringan agar peserta didik memiliki kecakapan akademik sekaligus karakter yang kuat.

“Kami tidak mengesampingkan bidang umum. Ilmu-ilmu seperti Bahasa Indonesia dan Matematika tetap seimbang, hanya saja lebih difokuskan pada penguatan keagamaannya,” jelasnya.

BACA JUGA: SDN 013 Bunguran Timur Perkuat Semangat Belajar

Dalam hal inovasi pembelajaran, Sakinah mengakui pihak sekolah saat ini masih berfokus pada evaluasi dan pemaksimalan program yang sudah berjalan. Menurutnya, sejumlah program yang ada dinilai belum maksimal sehingga perlu ditingkatkan sebelum menghadirkan inovasi baru.

“Kalau inovasi terbaru belum ada. Kami masih memaksimalkan yang sudah ada karena setelah dievaluasi, itu belum maksimal,” ungkapnya.

Salah satu upaya menyeimbangkan pembelajaran umum dan agama dilakukan dengan menyisipkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap mata pelajaran umum. Guru diarahkan untuk mengintegrasikan unsur keagamaan dalam materi maupun contoh soal.

Baca Juga:  PK KNPI Suak Midai Galang Dana Bantu Biaya Berobat Warga

“Misalnya di Matematika, contoh soalnya bisa dikaitkan dengan infak. Jadi di setiap mata pelajaran umum tetap ada unsur keagamaannya,” terangnya.

BACA JUGA: SMPN 1 Bunguran Timur Awali Semester Genap Dengan Pagi Ceria

Untuk peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, sekolah menerapkan pola bimbingan personal. Anak-anak yang membutuhkan pendampingan akan dibimbing secara langsung, termasuk melalui tambahan jam belajar di luar jam sekolah.

“Kami adakan bimbingan personal, seperti jam les tambahan di luar jam sekolah, dibimbing secara mandiri atau pribadi,” kata Sakinah.

Terkait potensi perundungan atau konflik antar siswa, Sakinah menyebut sejauh ini belum ditemukan kasus berat. Jika terjadi persoalan ringan, penanganan dilakukan oleh guru kelas dengan mempertemukan kedua pihak untuk mencari kejelasan dan solusi bersama.

“Kalau yang ringan, biasanya diselesaikan guru kelas. Anak-anak dipanggil, ditanya kejelasannya dari dua belah pihak, baru dicarikan solusi,” jelasnya.

Sebagai sekolah swasta, Sakinah berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah, khususnya dalam hal pembangunan gedung serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.

“Harapan kami ke pemerintah lebih ke bantuan, terutama pembangunan serta sarana dan prasarana, karena kami sekolah swasta,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *