“SMPN 2 Bunguran Timur bersiap membuka SPSB 2026 dengan konsep pendidikan berbasis Geopark sebagai satu-satunya sekolah Geopark di Kepulauan Riau.”
SMP Negeri 2 Bunguran Timur tengah mempersiapkan Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPSB) tahun ajaran 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli mendatang. Sekolah yang berada di kawasan Batu Kapal ini kini hadir dengan wajah baru sebagai pionir sekolah berbasis Geopark pertama di wilayah Kepulauan Riau.
NATUNA – Kepala SMPN 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., mengatakan pihak sekolah telah membentuk panitia SPSB dan siap mengikuti seluruh petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna.
“Pelaksanaan SPSB-nya mengikuti aturan dan edaran dari Dinas Pendidikan yang dijadwalkan berlangsung awal Juli saat libur semester genap,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).
Menurut Lukman, daya tarik utama SMPN 2 Bunguran Timur tahun ini adalah statusnya sebagai satu-satunya Sekolah Geopark di Kepulauan Riau dan Riau melalui program Geopark to School.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Dinas Pendidikan dan telah mendapatkan dukungan langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“SMP 2 dijadikan sampel untuk Muatan Lokal Geopark. Sekarang semua sarana mulai dari gerbang hingga nama ruangan sudah berbasis Geopark. Harapannya siswa tidak hanya belajar akademik, tapi juga mengenal kekayaan geosite di sekitar sekolah,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Muatan Lokal (Mulok) Geopark nantinya akan diterapkan pada tingkat SD dan SMP sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis lingkungan dan potensi daerah.
Selain unggul pada program Geopark, SMPN 2 Bunguran Timur juga dikenal aktif mencetak prestasi akademik maupun non-akademik. Pada bidang akademik, sekolah tersebut pernah meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Natuna dalam rangka HUT Kejaksaan Negeri Natuna.
Sementara pada bidang olahraga, siswa SMPN 2 Bunguran Timur juga berhasil meraih prestasi pada cabang badminton dan berbagai kompetisi olahraga lainnya.
“Alhamdulillah siswa kami tetap mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Natuna,” ungkapnya.
Untuk sistem penerimaan siswa baru, pihak sekolah tetap menerapkan empat jalur utama, yakni domisili (zonasi), afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua.
Saat ini zonasi SMPN 2 Bunguran Timur difokuskan untuk lulusan SDN 005 Sepempang dan SDN 011 Puak. Namun jalur mutasi tetap dibuka bagi keluarga TNI/Polri maupun instansi lain yang pindah tugas ke Natuna.
Mengenai kuota penerimaan, Dinas Pendidikan memberikan jatah empat rombongan belajar (rombel). Namun pihak sekolah memilih realistis dengan menargetkan tiga rombel atau sekitar 96 siswa demi menjaga kualitas pembelajaran tetap optimal.
“Kami tidak muluk-muluk. Tiga rombel cukup karena fokus kami kualitas pendidikan, apalagi sekarang sudah diamanahkan menjadi sekolah Geopark,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh sekolah di bawah Dinas Pendidikan Natuna tetap berkomitmen menjalankan aturan zonasi secara konsisten tanpa hanya mengejar jumlah siswa semata.
“Jangan hanya berlomba mencari kuantitas siswa, tetapi kualitas pendidikan juga harus dipikirkan,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










