“SPMB 2026 di SDN 002 Ranai Natuna mulai menjadi sorotan setelah banyak orang tua dari luar zonasi tetap ingin memasukkan anaknya ke sekolah tersebut meski sistem penerimaan kini berbasis domisili.”
SDN 002 Ranai Kabupaten Natuna mulai mempersiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 dengan menerapkan sistem zonasi berbasis domisili Kartu Keluarga (KK). Tingginya minat masyarakat membuat sekolah kewalahan menerima permintaan dari wali murid luar wilayah Batu Hitam yang tetap ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.
NATUNA – SDN 002 Ranai secara resmi mempersiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 1 Juli 2026. Pihak sekolah bahkan telah memasang spanduk dan baliho informasi guna mempermudah masyarakat memahami syarat dan mekanisme pendaftaran.
Ketua Panitia SPMB SDN 002 Ranai, Maimunah, S.Pd.SD., mengatakan sistem penerimaan tahun ini masih mengedepankan pola zonasi berdasarkan domisili calon peserta didik.
“Kita lihat dari Kartu Keluarga (KK)-nya, kalau berdomisili di Batu Hitam ya kita terima,” jelasnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kepala sekolah, Senin (11/5/2026).
Namun di tengah penerapan aturan tersebut, antusiasme masyarakat justru semakin tinggi. Banyak wali murid dari luar wilayah zonasi seperti Ranai Darat hingga Bandarsyah tetap menghubungi pihak sekolah agar anak mereka bisa diterima di SDN 002 Ranai.
“Kami sudah memberikan arahan kepada mereka. Saya sering ditelepon karena anak-anaknya pada kekeh mau sekolah di sini,” ujarnya.
Menurut Maimunah, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari citra positif sekolah yang selama ini dikenal aktif dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, SDN 002 Ranai hanya menargetkan penerimaan sebanyak 56 siswa yang dibagi ke dalam dua Rombongan Belajar (Rombel). Jumlah tersebut mengikuti aturan pembatasan dari Dinas Pendidikan.
“Sekarang harus dibatasi karena aturan dari dinas. Sebenarnya kami menargetkan 60 karena bisa diisi 30 siswa untuk satu rombel, tapi sekarang tidak boleh,” terangnya.
Selain dikenal memiliki kualitas pembelajaran yang baik, SDN 002 Ranai juga aktif mengembangkan bakat siswa di bidang seni, olahraga, dan organisasi.
“Bidang olahraga kami ada pencak silat, futsal, voli, sama badminton. Terus di segi seni mereka paling suka marching band dan tari, kemudian di bidang pramuka,” tuturnya.
Ia menambahkan, kelompok tari sekolah bahkan kerap dipercaya tampil dalam berbagai kegiatan di luar sekolah.
“Untuk tari, alhamdulillah kalau ada event-event di luar sekolah, sekolah kami sering dipakai jasanya,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Maimunah berharap proses pendidikan anak dapat berjalan maksimal melalui kerja sama yang baik antara guru dan orang tua.
“Harapan kami adalah kerja sama. Kalau antara guru dan orang tua tidak sejalan, akan susah. Kami ingin SPMB tahun ini sukses, kuota terpenuhi, dan yang terpenting terjalin hubungan baik dengan wali murid demi masa depan anak-anak,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










