EKONOMI PERBATASANENERGI & MIGASJAMBIUMKM PERBATASAN

PetroChina Bangun Rumah Anyaman Pandan di Jambi, UMKM Lokal Kini Naik Kelas

×

PetroChina Bangun Rumah Anyaman Pandan di Jambi, UMKM Lokal Kini Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Anggota KUB Radesta tengah menyiapkan bahan baku daun pandan untuk pembuatan kerajinan anyaman di rumah produksi yang dibangun melalui program CSR SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd di Kelurahan Rano, Tanjung Jabung Timur, Jambi.

“Dukungan CSR PetroChina di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mulai menunjukkan dampak nyata setelah pembangunan rumah produksi anyaman pandan berhasil meningkatkan aktivitas usaha dan pemasaran pelaku UMKM lokal.”

 

Program CSR yang dijalankan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd berhasil mendorong perkembangan UMKM di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Salah satu penerima manfaat, KUB Radesta di Kelurahan Rano, kini mampu meningkatkan produksi dan pemasaran kerajinan anyaman pandan setelah mendapatkan bantuan rumah produksi permanen.

JAMBI – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Salah satu manfaat tersebut dirasakan langsung oleh KUB Radesta “Rano Desa Tercinta” yang berada di Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat. Kelompok usaha yang bergerak di bidang kerajinan anyaman pandan ini kini mengalami peningkatan aktivitas produksi dan pemasaran setelah mendapatkan dukungan pembangunan rumah produksi dan pemasaran dari PetroChina.

Ketua KUB Radesta, Lindawati, mengatakan perubahan fasilitas usaha tersebut membawa dampak besar terhadap perkembangan usaha dan meningkatnya daya tarik konsumen.

“Kami sangat bersyukur sekali, karena bangunan usaha kami ini yang sebelumnya semi permanen berbahan papan yang sudah rapuh dan kurang menarik, sekarang setelah dibantu oleh PetroChina dengan bangunan baru berbahan keseluruhan beton, pintu rolling kaca dan memberikan nuansa yang menarik minat konsumen untuk datang kemari,” ujarnya.

Rumah produksi tersebut dibangun menggunakan konstruksi beton berukuran 6×8 meter dan dilengkapi pintu kaca model rolling door serta area tambahan untuk penjemuran bahan baku. Lokasinya yang berada di jalur strategis Muara Sabak menuju Kuala Jambi menjadi nilai tambah dalam memperluas pemasaran produk kerajinan masyarakat.

Baca Juga:  PetroChina Raih Platinum HIV/AIDS, Komitmen Kesehatan Pekerja

Selain pembangunan rumah produksi, PetroChina sebelumnya juga memberikan bantuan berupa peralatan kerja dan empat unit etalase untuk mendukung pemasaran hasil kerajinan kelompok usaha tersebut.

“Bantuan tersebut sangat membantu meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar produk kerajinan kami ke depannya,” tambah Linda.

KUB Radesta sendiri telah berdiri sejak tahun 2004 dan menjadi wadah masyarakat setempat dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar daun pandan. Saat ini, kelompok tersebut memiliki 10 anggota aktif yang memproduksi berbagai jenis kerajinan seperti tas, tikar, hingga souvenir khas daerah.

Sebelum mendapatkan dukungan dari PetroChina, keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha. Kondisi bangunan yang kurang layak membuat produk kerajinan sulit dipromosikan secara maksimal kepada masyarakat luas.

“Dulu orang banyak tidak tahu ini tempat produksi kerajinan anyaman pandan. Sekarang, setiap hari ada saja yang singgah, baik sekadar melihat maupun membeli,” katanya.

Ia menilai dukungan PetroChina tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memberikan motivasi baru bagi anggota kelompok untuk terus berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional daerah.

Saat ini, selain melayani pembelian langsung di lokasi, KUB Radesta juga mulai memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran produk hingga ke luar daerah.

Dengan dukungan berkelanjutan dari PetroChina serta peningkatan kualitas produk dan fasilitas usaha, KUB Radesta optimistis kerajinan anyaman pandan dapat terus berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (KP).


Laporan: Pandawa


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *