NATUNAPENDIDIKAN

SDN 004 Natuna Targetkan Dua Rombel Pada SPMB 2026

×

SDN 004 Natuna Targetkan Dua Rombel Pada SPMB 2026

Sebarkan artikel ini
Suasana halaman SD Negeri 004 Ranai, Natuna, yang mulai mempersiapkan pelaksanaan SPMB 2026 dengan target membuka dua rombongan belajar setelah jumlah pendaftar tahun sebelumnya menurun.

“SDN 004 Natuna mulai membuka persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan target dua rombongan belajar, setelah jumlah pendaftar tahun sebelumnya menurun drastis.”

Panitia SPMB SDN 004 Natuna, Syamsidar, S.Pd., menegaskan bahwa proses penerimaan murid baru tahun ajaran 2026 tetap mengacu pada aturan pemerintah, terutama terkait batas usia minimal enam tahun dan sistem zonasi tempat tinggal siswa.

NATUNA – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026, SDN 004 Natuna mulai melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sekolah tersebut berharap jumlah peserta didik baru tahun ini meningkat sehingga dapat kembali membuka dua rombongan belajar (rombel).

Panitia SPMB SDN 004 Natuna, Syamsidar, S.Pd., mengatakan pihak sekolah tetap mengikuti aturan pemerintah dalam proses penerimaan siswa baru, termasuk ketentuan usia minimal dan sistem zonasi.

“Kita tetap mengacu kepada peraturan pemerintah. Jadi, usia yang ditentukan paling rendah enam tahun, kemudian tempat tinggal siswa juga tetap diperhatikan,” ujar Syamsidar saat diwawancarai koranperbatasan.com di ruang kepala sekolah, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sekolah sangat berharap jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2025, SDN 004 hanya menerima 23 siswa sehingga terpaksa membuka satu rombongan belajar saja.

“Target kami sangat berharap banyak yang daftar ke SD kami. Tahun 2025 kemarin cuma dapat 23 siswa. Kami harapkan paling sedikit 40-an lah supaya bisa dua rombel,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun sebelumnya SDN 004 rutin membuka dua rombel setiap tahun. Namun menurunnya jumlah pendaftar membuat kuota kelas tidak terpenuhi.

“Tahun kemarin karena sedikit, jadi terpaksa cuma satu rombel. Tahun ini kami berharap sekali bisa kembali dua rombel,” tambahnya.

Baca Juga:  Desa Sebadai Hulu Prioritaskan Jalan Pertanian, Pos Kamling, dan Ketahanan Pangan di 2025

Meski jumlah siswa mengalami penurunan, SDN 004 tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Syamsidar menyebut sekolah cukup konsisten dalam bidang olahraga dan seni.

“Kalau non-akademik di bidang olahraga kami selalu ikut perlombaan. Alhamdulillah sering dapat peringkat tiga dan empat untuk bola voli. Kemarin juga ikut lomba menari, melukis, tahfiz dan selawat,” jelasnya.

Ia mengakui untuk cabang tahfiz dan selawat sekolah belum berhasil meraih prestasi terbaik. Namun di bidang olahraga, sekolah masih mampu bersaing.

“Kalau tahfiz dan selawat memang belum rezeki, tapi kalau olahraga insyaallah sudah,” ucapnya.

Selain itu, pihak sekolah juga memastikan lingkungan belajar di SDN 004 tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa. Syamsidar menegaskan selama ini tidak pernah terjadi kasus perundungan atau diskriminasi antarsiswa.

“Alhamdulillah anak-anak di sini aman. Tidak pernah terjadi bullying, tidak ada membanding-bandingkan anak siapa dengan siapa,” terangnya.

Terkait jadwal penerimaan murid baru, pihak sekolah akan mengikuti kalender pendidikan dan edaran resmi dari dinas pendidikan. Pendaftaran diperkirakan berlangsung mulai akhir Juni hingga awal Juli 2026.

“Kalau memang instruksi kalender pendidikan dari dinas tanggal 1 Juli, berarti kami buka tanggal 1 Juli,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah zonasi SDN 004 agar mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut demi pemerataan siswa di setiap sekolah dasar.

“Kami sangat berpesan kepada masyarakat, bagi anak-anak yang zonasinya di daerah sini sebaiknya mendaftarkan diri di SD 004 ini. Jangan rumahnya dekat sini tapi daftarnya terlalu jauh,” tutupnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *