ANAMBASKEHIDUPAN DESAKESEHATAN

Tarempa Selatan Perkuat Posyandu Cegah Stunting

×

Tarempa Selatan Perkuat Posyandu Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Desa Tarempa Selatan M. Rohmat menjelaskan program Posyandu untuk mencegah stunting. Jumat (6/3/2026).

“Pemerintah Desa Tarempa Selatan memperkuat kegiatan Posyandu dan pemberian makanan tambahan bagi balita serta ibu hamil sebagai strategi menekan angka stunting.”

Sekretaris Desa Tarempa Selatan, M. Rohmat, menegaskan bahwa penguatan kegiatan Posyandu menjadi langkah utama pemerintah desa dalam mencegah dan menekan angka stunting di wilayahnya.

ANAMBAS – Pemerintah Desa Tarempa Selatan terus memperkuat program kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai langkah strategis dalam pencegahan stunting.

Sekretaris Desa Tarempa Selatan, M. Rohmat, menjelaskan bahwa kegiatan Posyandu tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga menyasar ibu hamil serta kelompok remaja sebagai upaya pencegahan sejak dini.

“Penekanannya ada pada kegiatan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta mendorong masyarakat agar aktif datang ke Posyandu,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).

Menurut Rohmat, upaya tersebut melibatkan berbagai pihak melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan dari Puskesmas, kader pembangunan manusia (KPM), hingga Tim Penggerak PKK.

“Pihak desa, kader Posyandu, Puskesmas, tenaga kesehatan, KPM, serta PKK semuanya terlibat dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Selain balita dan ibu hamil, pemerintah desa juga memberikan perhatian pada kelompok remaja yang nantinya menjadi calon pasangan usia subur.

“Remaja juga kita perhatikan karena mereka adalah calon-calon pengantin di masa depan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa indikasi stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi bawaan sejak lahir. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala melalui kegiatan Posyandu.

Biasanya kegiatan pemantauan kesehatan dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Februari dan Agustus.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Desa Tarempa Selatan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp56 juta yang digunakan untuk kegiatan Posyandu serta pemberian makanan tambahan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Serentak 2020 Polres KKA Gelar Latihan Pengendalian Massa

Bantuan gizi tersebut antara lain berupa susu, bubur kacang hijau, serta makanan tambahan bergizi lainnya yang sebagian memanfaatkan bahan pangan lokal.

“Untuk anak-anak yang terindikasi stunting diberikan tambahan makanan bergizi seperti susu. Untuk ibu hamil juga ada makanan tambahan seperti bubur kacang hijau dan makanan sehat lainnya,” jelas Rohmat.

Ia berharap masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki balita, lebih aktif memanfaatkan layanan Posyandu agar tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak dini.

“Kami mendorong masyarakat yang memiliki balita agar rajin datang ke Posyandu untuk melihat tumbuh kembang anak sejak usia nol bulan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan keaktifan masyarakat mengikuti Posyandu, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terkontrol secara berkala.

Rohmat juga berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat membawa Desa Tarempa Selatan menuju target zero stunting.

“Harapan kami tentu bisa mencapai nol persen atau zero stunting,” katanya.

Namun ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut.

“Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik dari dinas kesehatan maupun OPD terkait,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Azmi


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *