“Lorong Wisata Tanjungpinang yang dahulu dikenal sebagai pusat belanja favorit masyarakat kini terlihat jauh berbeda, dengan jumlah pengunjung yang menurun dan banyak toko yang terpaksa tutup.”
Zain (nama samaran), pedagang di Lorong Wisata Tanjungpinang, mengatakan aktivitas penjualan di pusat perbelanjaan yang berada di bawah Hotel Wisata tersebut kini sangat sepi dibandingkan beberapa tahun lalu, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
TANJUNGPINANG – Kawasan Lorong Wisata Tanjungpinang yang berada di bawah Hotel Wisata Tanjungpinang dulunya menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat di Kota Tanjungpinang.
Lorong sempit yang dipenuhi toko pakaian, celana, dan perlengkapan busana itu dahulu dikenal sebagai tempat favorit warga berburu barang berkualitas dengan harga terjangkau.
Namun kini suasana yang dulu ramai tersebut perlahan berubah. Beberapa toko terlihat tutup dan aktivitas pembeli jauh berkurang dibandingkan masa kejayaannya.
Zain mengatakan kondisi penjualan di kawasan tersebut kini sangat sepi pada hari-hari biasa.
“Penjualan di sini sangat sepi sekali. Karena sering sepi, banyak toko yang akhirnya tutup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada bulan Ramadhan penjualan memang sedikit terbantu, meskipun tidak bisa dikatakan ramai.
“Kalau Ramadhan memang sedikit lebih baik dibanding hari biasa, tapi masih jauh dari kata ramai,” katanya.
Menurutnya, beberapa tahun lalu Lorong Wisata dikenal sebagai pusat belanja yang menawarkan barang berkualitas dengan harga yang relatif murah sehingga menarik banyak pengunjung.
Hal serupa juga disampaikan seorang pengunjung berinisial S. Ia mengaku masih mengingat masa ketika kawasan tersebut selalu dipadati pembeli.
“Dulu lorong ini ramai pengunjung karena menjual barang berkualitas dengan harga terjangkau. Sekarang terlihat sepi dan banyak toko yang sudah tutup,” ujarnya.
Meski demikian, menjelang Ramadhan biasanya ada sedikit peningkatan pembeli karena masyarakat mulai mencari kebutuhan menjelang Hari Raya.
“Biasanya orang datang cari pakaian, celana atau hijab untuk persiapan Lebaran,” katanya.
Sementara itu, pedagang lain bernama Cecep (nama samaran) berharap kondisi penjualan dapat kembali meningkat.
“Saya berharap penjualan bisa meningkat terutama di bulan Ramadhan, walaupun saat ini masih belum ramai,” ujarnya.
Para pedagang berharap kawasan Lorong Wisata dapat kembali hidup seperti beberapa tahun lalu sehingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali menggeliat. (KP).
Laporan: Novita










