KEPRI (KP),- Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto mengatakan dalam memajukan suatu bangsa, selain pembangunan fisik, pembangunan mental dan spritual sejati memiliki peran yang tidak kalah penting. Terutama dalam menciptakan generasi muda. Agar dapat berkembang menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi masyarakat yang bertanggung jawab.
“Terimakasih saya ucapkan kepada para Guru TPQ dan MDT atas peran pentingnya dalam pembinaan dan pengembangan pendidikan agama islam, bagi pembinaan karakter generasi muda di Kepulauan Riau,” kata Isdianto saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Bantuan Insentif Mubalig (Guru TPQ/MDT), Penyuluh Agama Islam Non PNS dan Imam Hafidz Quran 10, 20, 30 Juz dan Penyerahan Bantuan Hand Sanitizer dan Masker kepada Rumah Ibadah dalam Rangka Percepatan Penganganan Covid-19 di Masjid Az-Zulfa Dabo Kabupaten Lingga, 21 Juni 2020.
Turut hadir, Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Lingga M. Nizar, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H.TS. Arif Fadillah, FKPD Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kepala Dinas PMD dan Catatan Sipil Provinsi Kepri Sardison, Kepala BPBD Provinsi Kepri Budiarto, Tenaga Ahli Gubernur H. Saidul Khudri dan H. Herizal Hood, serta sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Lingga.
Mengingat peran penting mereka tersebut, menurut Isdianto maka perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dalam upayanya meningkatkan motivasi guru TPQ/MDT, penyuluh dan imam tersebut. Adapun bentuk perhatian dari pemerintah provinsi adalah dalam bentuk pemberian insentif kepada mubaligh yang dilakukan di Kabupaten Lingga.
“Kami harap dengan adanya sedikit bantuan dari pemerintah ini, para Guru TPQ/MDT, penyuluh dan imam dapat bekerja secara optimal. Yang pada gilirannya, akan menghasilkan para generasi muda, yang berakhlak mulia tidak buta aksara Al Qur’an, Serta lebih jauh dari itu, adalah dapat menjadikan generasi muda yang hafal Al Qur’an (Hafizh Qur’an),” harap Isdianto.
Isdianto juga berpesan, agar para guru TPQ/MDA/MDT, penyuluh agama non pns dan para imam hafidz, terus memberikan ajaran dan bimbingan serta ilmu, kepada anak-anak generasi muda di Provinsi Kepulauan Riau, secara optimal dan ikhlas. Sehingga pada akhirnya, dikemudian hari akan semakin banyak pula anak-anak Kepri dapat mempelajari Al-Qur’an, dengan sebaik-baiknya. Serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat yang madani. “Ditangan saudaralah kami titip anak-anak dan generasi penerus kami. Agar tumbuh menjadi generasi Qurani, dengan masa depan yang cemerlang,” pesan Isdianto.
Menutup sambutannya, Isdianto mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga Kabupaten Lingga, tetap dalam kategori zona hijau sampai saat ini. “Saya yakin, ini terwujud bukan karena hanya kerja Bupati atau FKPD, Tetapi berkat kerja sama, kekompakan serta kesadaran semua masyarakat Kabupaten Lingga. Sehingga mampu mencegah virus corona masuk ke Kabupaten Lingga. Hal semacam ini, patut kita teruskan dan pertahankan,” tutupnya.
Adapun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, sudah dua tahun ini, memberikan bantuan insentif kepada para guru TPQ/MDA/MDT, penyuluh agama non pns dan imam hafidz 10,20,30 juz. Dalam rangka memotivasi para pegiat agama tersebut. Pada Tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, memberikan insentif kepada 10.343 orang mubaligh.
Dengan rincian : 9.930 orang Guru TPQ/MDA/MDT, dengan besaran insentif Rp 2.220.000/tahun. 279 orang penyuluh agama non pns, dengan besaran insentif Rp 1.600.000/tahun. 57 orang Imam Hafidz 10 Juz, 34 orang imam hafidz 20 Juz. Dan 43 orang imam hafidz 30 Juz, dengan besaran insentif Rp 6.000.000,- untuk imam hafidz 10 Juz per tahun, Rp 8.000.000,- untuk imam hafidz 20 Juz per tahun dan Rp10.000.000,- untuk imam hafidz 30 Juz per tahun.
Sedangkan untuk Kabupaten Lingga sendiri, jumlah penerima insentif mubaligh sebanyak 766 orang dengan rincian: 737 orang Guru TPQ/MDA/MDT, 20 orang penyuluh agama non pns, 9 orang imam hafidz, yang terdiri dari 3 orang imam hafidz 10 Juz, 4 orang imam hafidz 20 Juz dan 2 orang imam hafidz 30 Juz. (KP/Aman).
Kontributor : Humas Kepri










