NATUNA – Dalam upaya merealisasikan kegiatan pembelajaran kampus merdeka di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, mengembangkan riset, pertukaran mahasiswaa dan Dosen. STAI Natuna menjalin kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI).
Jalinan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas FKIP UNRI Prof. Dr. Mahdum, M. Pd dan Ketua STAI Natuna Umar Natuna, S. Ag. M. Pd. I dalam rangkaian acara diskusi publik “Implmentasi Pembelajaran Kampus Merdeka” yang berlangsung di Kampus STAI Natuna, Senin, 18 Juli 2022 pukul 20.00 WIB.
Jalinan kerja sama tersebut menyepakati tiga kegiatan prioritas yakni pertukaran mahasiswa, dosen dan riset kaloborasi. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kerja sama pertukaran mahasiswa dalam implementasi kampus merdeka, terutama di mata kuliah yang terkait dengan pendidikan dan ekonomi. Demikian juga dengan pertukaran dosen, dosen UNRI bisa nengajar di STAI Natuna demikian juga sebaliknya dosen STAI Natuna dapat mengajar di FKIP UNRI secara daring.
Penandatanganan MoA STAI Natuna dengan FKIP UNRI.
Sedangkan dalam riset kaloborasi akan dilakukan kerjasama dalam pengembangan riset bersama terkait dengan berbagai potensi yang ada di Natuna, terutama dalam konteks pengembangan desa binaan dan kemitraan lainnya.
Dekan Fakultas FKIP UNRI Prof. Dr. Mahdum, M. Pd mengatakan dalam diskusi publik di sela-sela acara penandatanganan kerjasama tersebut, mengemukakan bahwa kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI, Nadiem Makarim awal 2020 kemarin, hingga kini terus berjalan. Tujuannya tak lain agar cita-cita menuju generasi emas 2045 bisa tercapai. Apalagi Indonesia bakal segera memasuki bonus demografi yang dimulai pada tahun 2030 mendatang.
Selain itu, beliau juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan MBKM ini sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pimpinan, pengelola program studi, dosen, serta mahasiswa.
Sedangkan Daeng Ayub Natuna selaku Dosen UNRI dan juga putra Natuna tersebut mengemukakan bahwa dengan ada konsep belajar merdeka dan kampus merdeka, maka setiap Kampus memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, sehingga melahirkan semangat dan motivtasi belajar mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan diri dan prestasi.
Foto bersama.
Implementasi pembelajaran Kampus Merdeka ini bisa meliputi pertukaran mahasiswa maupun antar-prodi (dalam satu kampus) bahkan antar-kampus dengan mata kuliah sesuai konsentrasi ataupun mata kuliah yang serupa dalam konsentrasi keilmuan yang berbeda. Program ini didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin mempermudah pelaksanaan dan menekan biaya operasionalnya.
Selain acara diskusi dan penandatanganan jalinan kerja sama atau MoA, acara ini juga diselingi dengan penyerahan cendera mata antara kedua pihak, Dekan UNRI dan Ketua STAI Natuna. Ketua STAI Natuna dalam kesempatan itu juga menyerahkan buku “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Natuna” kepada pihak FKIP UNRI.
Hadir dalam acara penantandatangi kerjasa sama dan Diskusi Publik “Implementasi Pembelajaran Kampus Merdeka” Ketua I Bidang Akademik STAI Natuna, Lukman Nurchakim, S.Ag.,M.A, Ketua III Bidang Kemahasiswaan Suparman, S.Pd.I.,M.Si, para Ketua Prodi, dosen dan sejumlah Mahasiswa dan Alumni STAI Natuna. Acara diakhir dengan foto bersama. (KP).