INTERNASIONALKABAR PERBATASANNASIONALPEMBANGUNAN DAERAHPENDIDIKANPOTRET PERBATASANSUARA RAKYATTANJUNGPINANG

Macet Sekolah Pelita Nusantara Kian Jadi Sorotan

×

Macet Sekolah Pelita Nusantara Kian Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Kemacetan pada Kamis sore, 27 November 2025, di depan Sekolah Pelita Nusantara milik Yayasan Eka Surya Citra.

“Kemacetan di depan Sekolah Pelita Nusantara Tanjungpinang kembali mendapat perhatian publik, memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan yang sudah dilakukan pihak sekolah maupun pemerintah.”

TANJUNGPINANG – Pada Kamis sore, 27 November 2025, Redaksi Koran Perbatasan kembali merasakan langsung padatnya arus kendaraan di Jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang tepat di depan gerbang keluar masuk Sekolah Pelita Nusantara milik Yayasan Eka Surya Citra.

Jalan dua jalur itu sesaat berubah seperti antrean panjang kendaraan yang menunggu giliran melintas, sementara para orang tua yang menjemput anak-anaknya memarkir mobil hingga memakan badan jalan. Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian redaksi ketika mewawancarai Kepala SMP Pelita Nusantara Tanjungpinang, Maulana Malik Ibrahim, pada Kamis, 4 Desember 2025.

Sore itu, suasana di Jalan Basuki Rahmat sesungguhnya terlihat seperti potret kecil permasalahan klasik kota berkembang, lalu lintas yang tersendat di jam-jam sekolah. Namun bagi sebagian masyarakat, kemacetan di depan Sekolah Pelita Nusantara dianggap sebagai masalah yang terus berulang dan belum menemukan solusi tuntas.

Kepala SMP Pelita Nusantara Tanjungpinang, Maulana Malik Ibrahim, saat diwawancara Koran Perbatasan, Kamis, 4 Desember 2025.

Dalam pertemuan di ruang tunggu kantin sekolah, Maulana Malik Ibrahim langsung membuka pembicaraan dengan nada terbuka. Ia mengakui tanpa menyangkal sedikit pun bahwa kemacetan di kawasan sekolah memang terjadi setiap pagi dan sore.

“Kami sadar betul kemacetan ini terjadi di jam masuk dan pulang sekolah. Mulai jam 07.45 sampai jam 08.00 itu pasti macet.” ujarnya. Banyaknya siswa, dominasi orang tua yang menggunakan kendaraan roda empat, serta posisi sekolah yang berada di jalan protokol membuat simpul lalu lintas menjadi padat hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga:  Anambas Dorong Peran Migas dalam Pendidikan dan Tenaga Kerja Lokal

Menurutnya, kemacetan tidak hanya berasal dari aktivitas di Pelita Nusantara. “Di sekitar sini ada SMP 4 dan SMA Negeri 2. Kalau salah satu macet, semua terdampak. Tapi biasanya tidak lama.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *