“Arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri mulai terasa di Pelabuhan Dompak, Kota Tanjungpinang. Kapal roro tujuan Kabupaten Lingga dipadati calon penumpang yang ingin pulang kampung lebih awal.”
Calon penumpang kapal roro tujuan Lingga, Rian, mengatakan bahwa dirinya telah mencari informasi jadwal keberangkatan kapal sejak sekitar satu minggu sebelumnya karena khawatir tidak mendapatkan tempat saat arus mudik Lebaran meningkat di Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang.
TANJUNGPINANG – Suasana mudik menjelang Hari Raya Idulfitri mulai terlihat di kawasan Pelabuhan Dompak, Kota Tanjungpinang. Sejak Minggu pagi (15/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, calon penumpang kapal roro tujuan Kabupaten Lingga sudah memadati area pelabuhan.
Pantauan di lokasi menunjukkan para pemudik datang sejak pagi bahkan lebih awal untuk mengantre keberangkatan kapal. Beberapa calon penumpang mengaku sudah berada di pelabuhan sejak pukul 06.00 WIB demi memastikan mendapatkan tempat di dalam kapal.
Rian, salah seorang calon penumpang kapal roro tujuan Lingga, mengaku telah mencari informasi terkait jadwal keberangkatan kapal sejak sekitar satu minggu sebelumnya.
Menurutnya, menjelang Lebaran seperti saat ini informasi mengenai jadwal kapal menjadi sangat penting karena jumlah pemudik meningkat dan kapasitas kapal sering kali penuh.
“Sudah dari seminggu lalu saya cari info kapal roro yang rute ke Lingga. Informasinya saya dapat dari bapak yang jaga posko H-1 sebelum keberangkatan,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pelabuhan Dompak.
Ia mengatakan bahwa pulang kampung menjelang Lebaran memang selalu ramai. Hal tersebut membuat calon penumpang harus datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat di dalam kapal.
Hal serupa juga disampaikan oleh Wijaya, teman Rian yang turut melakukan perjalanan mudik ke Lingga. Ia mengatakan bahwa meskipun mereka telah datang dan mengantre sejak pukul 06.00 pagi, ternyata masih ada sejumlah penumpang yang datang lebih awal.
“Walaupun kami antre dari jam 6 pagi, ternyata sudah banyak yang lebih dulu datang dari malam. Ada juga yang langsung memarkir motor mereka di kapal dari malam hari supaya dapat tempat,” kata Wijaya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian penumpang harus beristirahat di atas kendaraan masing-masing apabila tempat duduk di dalam kapal sudah penuh.
“Kalau tidak ada tempat duduk, biasanya orang-orang duduk di motor masing-masing di dalam kapal. Tapi saya dan Rian sudah bawa hammock atau ayunan supaya bisa istirahat di atas kapal,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski harus mengantre lama dan menghadapi padatnya penumpang, suasana mudik tetap terasa menyenangkan bagi sebagian pemudik. Wijaya menuturkan bahwa perjalanan pulang kampung menjelang Lebaran justru menjadi momen yang seru karena bisa bertemu banyak teman lama.
“Seru juga sebenarnya, karena banyak ketemu teman kuliah yang juga pulang kampung. Jadi perjalanan terasa lebih santai dan tidak terlalu suntuk,” tambahnya.
Ramainya aktivitas di Pelabuhan Dompak ini menjadi tanda bahwa tradisi mudik menjelang Lebaran masih menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Meskipun harus menunggu lama dan berdesakan, semangat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman tetap menjadi alasan utama para pemudik menuju Lingga. (KP).
Laporan: Venti










