NATUNAPENDIDIKAN

MPLS SMPIT Natuna Insan Qurani Tanamkan Peduli Lingkungan Lewat Sampah Plastik

×

MPLS SMPIT Natuna Insan Qurani Tanamkan Peduli Lingkungan Lewat Sampah Plastik

Sebarkan artikel ini
Peserta didik baru SMPIT Natuna Insan Qurani (SMPIT NIQ) mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan pendidikan karakter, budaya positif, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui program pengelolaan sampah plastik. (Foto: Koran Perbatasan)

“SMPIT Natuna Insan Qurani (SMPIT NIQ) memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai sarana membangun karakter peserta didik melalui edukasi pengelolaan sampah plastik. Program ini diharapkan melahirkan generasi yang peduli lingkungan sekaligus kreatif dalam memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna.”

Kepala SMPIT Natuna Insan Qurani, Muhammad Arif, M.Pd., mengatakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui program pengelolaan sampah plastik sebagai bagian dari pendidikan kepedulian terhadap lingkungan.

NATUNA – SMPIT Natuna Insan Qurani (SMPIT NIQ) menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengangkat tema kepedulian terhadap lingkungan melalui program pengelolaan sampah plastik. Sebanyak 35 peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sepekan.

Kepala SMPIT Natuna Insan Qurani, Muhammad Arif, M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS tahun ini dirancang menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik baru. Selain mengenalkan budaya sekolah, berbagai materi diberikan untuk membangun karakter, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan kebiasaan hidup ramah lingkungan.

“Melalui MPLS ini kami ingin menanamkan sejak dini bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari karakter seorang pelajar. Sampah plastik bukan hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai manfaat,” ujarnya kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (20/7/2026).

Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik memperoleh materi Wawasan Wiyata Mandala, pendidikan karakter, pencegahan perundungan (anti-bullying), bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), pencegahan judi daring, hingga pelatihan pengelolaan sampah plastik.

Materi pengelolaan sampah plastik disampaikan oleh Agus Sutrisno, salah seorang wali murid SMPIT Natuna Insan Qurani yang memiliki pengalaman di bidang pengelolaan sampah dan pemberdayaan lingkungan.

Baca Juga:  Bupati Wan Siswandi Buka Kegiatan Bazar Pangan Murah Jelang Puasa Ramadhan 1445 H

Dalam pemaparannya, peserta didik dikenalkan pada pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, memahami jenis-jenis sampah plastik, hingga mempelajari cara mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Menurut Muhammad Arif, pendekatan tersebut bertujuan agar peserta didik tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Selain itu, kegiatan MPLS juga menjadi sarana bagi peserta didik baru untuk mengenal guru, tenaga kependidikan, budaya sekolah, serta tata tertib sehingga mereka dapat beradaptasi dengan lebih cepat saat memasuki proses belajar mengajar.

Pihak sekolah juga berharap adanya kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik, termasuk membiasakan pengelolaan sampah dari lingkungan keluarga.

Melalui program tersebut, SMPIT Natuna Insan Qurani berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal sekolah sebagai tempat belajar, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, peduli lingkungan, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah plastik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 101

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *