BUDAYA PERBATASANNATUNAPOTRET PERBATASAN

Pawai Budaya Natuna Disambut Antusias, Peserta Tembus 4.177 Orang 

×

Pawai Budaya Natuna Disambut Antusias, Peserta Tembus 4.177 Orang 

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pawai Budaya di Kabupaten Natuna yang menggambarkan keberagaman seni dan budaya Nusantara serta semangat persatuan masyarakat. (Foto: Ilustrasi)

NATUNA — Antusiasme masyarakat Kabupaten Natuna dalam menyambut Pawai Budaya tahun 2026 terbilang tinggi. Hingga Kamis (13/8/2026), jumlah peserta yang tercatat telah mencapai 4.177 orang, melampaui kapasitas awal yang dipersiapkan sekitar 4.000 peserta. 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda, S.E., mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan kuatnya antusiasme masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. 

Menurutnya, mekanisme pelaksanaan telah dipersiapkan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), Dharma Wanita Persatuan (DWP), paguyuban, instansi vertikal hingga sekolah. 

“Kekuatan kita sebenarnya 4.000. Tapi bagaimana, karena antusias masyarakat yang ingin ikut, mau tidak mau harus kita libatkan mereka,” ujar Helmi saat diwawancarai di area Kantor Bupati Natuna, Kamis (13/8/2026). 

Peserta Pawai Budaya berasal dari berbagai elemen. Hampir seluruh paguyuban yang ada di Natuna ikut berpartisipasi. Selain itu, seluruh OPD dan DWP juga ambil bagian. 

Sejumlah instansi vertikal turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Kantor Imigrasi dan Kementerian Agama (Kemenag). 

Kalangan pelajar juga dipastikan ikut memeriahkan Pawai Budaya. Namun, untuk beberapa sekolah, jumlah peserta dibatasi karena sebagian siswa telah terlibat dalam rangkaian kegiatan lainnya. 

SMA Negeri 1, misalnya, mendapat kuota sekitar 350 peserta karena sebagian siswanya turut terlibat dalam kegiatan lain seperti drum band. 

“Kita batasi dari SMA 1 karena mereka banyak mengisi di rangkaian kegiatan lain seperti drum band. Jadi, mereka cuma bisa mengirimkan sekitar 350,” jelas Helmi. 

Tidak hanya sekolah umum, peserta didik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) juga akan ikut tampil. Untuk memberikan kemudahan dan menjaga kelancaran selama kegiatan, peserta SLB diwajibkan mendapat pendampingan langsung dari guru dan orang tua. 

Baca Juga:  Satlantas Polres Natuna Gelar Polisi Sahabat Anak, Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Titik keberangkatan peserta SLB juga dibedakan dari peserta umum. Mereka akan memulai perjalanan dari kawasan Masjid Jami. 

“Orang tuanya dan guru harus mendampingi. Start mereka pun tidak sama dengan yang umum. Mereka dari Masjid Jami,” terangnya. 

Sementara itu, rute Pawai Budaya untuk peserta umum masih menggunakan jalur yang sama seperti sebelumnya, yakni dari kawasan Pasar Baru menuju Pantai Piwang. Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan orang, barisan pawai diperkirakan akan semakin panjang. 

Helmi berharap tingginya partisipasi masyarakat dalam Pawai Budaya dapat menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Natuna. 

“Harapan kita kepada masyarakat Natuna adalah dengan keberagaman kita bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Karena NKRI kita biarpun di utara Indonesia tetap NKRI harga mati. Itu yang akan kita tanamkan kepada masyarakat kita,” tegasnya. 

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan semangat kebersamaan yang ditampilkan dalam Pawai Budaya semakin memperkuat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan utara Indonesia. (KP). 


Laporan: Dini 


 

📊 Views: 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *