Tampil Depan Presiden, Ketua PIA Ardhya Garini Dandenhanud 477 Paskhas Natuna Ajak Cintai Warisan Budaya Bangsa

Terbit: oleh -96 Dilihat
Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 07-4/G.IV Denhanud 477 Paskhas Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna dan anggotanya

NATUNA – Pertunjukan musik angklung oleh masyarakat dunia dari puluhan penjuru negara bertajuk ”Angklung Mendunia” diikuti juga oleh Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 07-4/G.IV Denhanud 477 Paskhas Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna dan anggotanya.

Giat angklung mendunia diperoleh setelah adanya pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya lisan dan non bendawi manusia pada tahun 2010. Kini musik tradisional Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya sebagai musik lokal berwawasan blobal. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari Museum Satria Mandala, Jakarta, 8 November 2021.

Dari Kabupaten Natuna, Ny. Sari Frian Alfa Risdar selaku Ketua PIA, memainkan musik tradisional tersebut secara virtual disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Ibu Hj. Iriana Joko Widodo, serta Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Panglima TNI didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ketua Darma Pertiwi juga beberapa menteri kabinet gotong royong.

Diperkirakan abad ke-12 yakni pada masa Kerajaan Sunda. Tradisi bermain angklung terus diajarkan secara turun-temurun. Permainan angklung erat kaitannya dengan adat istiadat karena dimainkan saat upacara penanaman padi, panen, dan khitan.

Ny. Sari Frian Alfa Risdar yang merupakan istri dari Dandenhanud 477 Paskhas Natuna, Letkol Pas Frian Alfa Risdar SM. MI. Pol saat usai vicon angklung mendunia memberi pesan moril kepada masyarakat Natuna untuk tetap selalu menjaga warisan budaya nenek moyang.

”Cintailah musik lokal bangsa ini, warisan budaya harus kita jaga,” ujar Sari.

Menurut Sari, memainkan music angklung adalah digoyangkan secara bersamaan. Terdapat beberapa jenis angklung yang bisa dimainkan diantaranya angklung Kanekes, Reyog, Gubrag, Badeng, Bali, Banyuwangi dan Sarinade.

Alat musik sekaligus karya seni tradisional angklung ini pada tahun 2021 telah satu dekade diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Alat musik tradisional asal Jawa Barat ini jadi warisan budaya dunia kategori tak benda sejak dikukuhkan pada November 2010 lalu. (KP).


Laporan : Kalit


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *