“Waka Kurikulum MAN 1 Natuna, Fuji Rohyatin, S.Pd., menegaskan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moderasi beragama sesuai program Kementerian Agama”
NATUNA – Waka Kurikulum MAN 1 Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Fuji Rohyatin, S.Pd memastikan tujuan lembaga pendidikan jelas tercantum dalam visi dan misi. Menurutnya, yang paling penting adalah mencetak generasi muda berprestasi dalam akademik sekaligus memiliki karakter baik dan berpikir moderat.
Kata Fuji hal ini sejalan dengan program Kementerian Agama yang sedang menggalakkan moderasi beragama. Titik berat pembelajaran di MAN 1 Natuna adalah pembentukan karakter dan akhlakul karimah seiring dengan mencetak generasi berprestasi.
“Yang utama adalah mencetak karakter, akhlakul karimah seiring dengan mencetak generasi-generasi berprestasi dalam akademik. Tentunya didukung dengan pembelajaran dan penerapan karakter. Terutama sekali penanaman jiwa moderasi beragama,” ungkap Fuji kepada Koran Perbatasan, di Ruang Kepala Sekolah MAN 1 Natuna, Kamis, 02 Oktober 2025.
Fuji menjelaskan, terkait integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, seluruh guru mengintegrasikan pendidikan karakter. Tidak hanya pada mata pelajaran agama. Sekarang ini berbicara karakter selain yang termaktub dalam Kurikulum Merdeka, juga berdasarkan Kementerian Agama (KMA) 450 tahun 2024, diluncurkan terbaru saat ini dengan nama Kurikulum Cinta.
“Di situ ada Panca Cinta. Tujuannya meningkatkan atau memajukan karakter siswa, salah satunya cinta kepada lingkungan, kemudian sesama makhluk hidup. Artinya kita berkehidupan baik secara lingkungan, manusia, SDM, maupun lainnya. Bisa jadi juga ‘hubbul wathon’ seperti wawasan kebangsaan. Jadi itulah cara mengintegrasikan pendidikan karakter di madrasah ini,” jelas Fuji.










