Fuji menyebutkan, untuk inovasi kurikulum melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler. Karena berbasis agama, MAN 1 Natuna lebih ke tahfiz. Menjadi salah satu program unggulan.
“Kebetulan hari ini sedang melaksanakan Olimpiade Madrasah untuk tingkat provinsi. Ini merupakan perwujudan bahwa MAN 1 Natuna juga tetap meningkatkan kemampuan akdemik siswa,” ujarnya.
Kata Fuji terkait kesulitan belajar siswa, ada banyak faktor yang memengaruhi. Baik internal maupun eksternal. Dalam hal ini, MAN 1 Natuna melibatkan Guru Bimbingan Konseling (BK) dan semua guru dalam mendampingi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar.
“Kalau dipengaruhi faktor internal, kami membimbing secara motivasi atau psikologi. Tetapi kalau kesulitan belajar itu disebabkan keterbatasan prasarana atau lingkungan. Sekolah akan mengadakan inovasi dengan media atau menggunakan metode-metode pembelajaran yang menarik,” katanya.
Mengenai bullying, Fuji menyebutkan sejauh ini belum ada kasus berat yang merugikan. Belum pernah mengalami kasus bullying. Jika hal-hal kecil masih bisa ditangani wali kelas dan guru BK, semua akan ikut membantu.
“Langkah konkret itu banyak, salah satunya dengan pencegahan dan selalu memberikan pengarahan. Di sini juga ada ekskul PIK-R dan Pramuka sebagai wadah untuk mengatasi dan mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Fuji menegaskan, Guru BK dan wali kelas selalu dilibatkan dalam menangani persoalan siswa. Terutama ketika menghadapi permasalahan dengan siswa dan perlu berkomunikasi dengan orang tua.
“Kami mendatangkan orang tua berupa surat panggilan untuk mencari jalan tengah,” tegas Fuji.
BACA JUGA: Ferri Irawan Genjot Tahfiz Al-Qur’an dan Karakter Siswa SMP Nurul Jannah
Fuji berharap kepada pemerintah daerah agar memperkuat pengawasan kehidupan siswa di luar jam pelajaran, terutama di dunia digital. Harapan besar tersebut disampaikannya kepada pemerintah daerah dalam membantu pengawasan dunia digitalisasi seperti penggunaan media sosial dan kebebasan para remaja.
“Kami dari pihak madrasah sama seperti pemerintah daerah. Tetap menghimbau adanya pengawasan karena termasuk salah satu kerja sama dengan pihak madrasah. Dengan kerja sama tiga pihak, keluarga, masyarakat, dan madrasah, diharapkan peserta didik betul-betul terawasi,” tutupnya. (KP).
Laporan : Nisa










