Sekretaris Jendral DPP Geram Kepri Bersatu Ardhean Saputra, S.Sos memberi keterangan kepada koranperbatasan.com terkair ambruknya Pasar KUD
TANJUNGPINANG – Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Anak Melayu (Geram) Kepri Bersatu Provinsi Kepulauan Riau, Ardhean Saputra, S.Sos menyebut ambruknya Pasar KUD di Kota Tanjungpinang Sabtu, 5 Maret 2022 bagaikan pepatah sudah jatuh tertimpa tangga.
Ungkapan tersebut disampikannya mengingat sekitar dua minggu sebelum pasar tradisional itu ambruk secara menyeluruh, beberapa lantai beton di dalam pasar ikan sempat memberikan tanda-tanda bahaya. Bahkan Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP sendiri sudah beberapa kali meninjau kondisi pasar tersebut.
Sayangnya pasar tersebut tetap saja terus digunakan sampai terjadi ambruk menyeluruh hingga sampai area lahan parkir yang mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua ikut terjatuh ke dalam laut.
Tak hanya itu, beberapa orang warga yang berada di lokasi kejadian juga ikut mengalami luka dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, Sabtu, 5 Maret 2022.
Potret beberapa buah kenderaan berada di bawah reruntuhan beton Pasar KUD yang ambruk, Sabtu, 5 Maret 2022 pagi.
“Sepertinya tidak ada perhatian khusus dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, karena pasar ini baru ambruk dua minggu lalu. Artinya sudah tidak layak difungsikan lagi. Seharusnya pasar ditutup sementara dan pedagang direlokasikan ke tempat lain. Setelah selesai diperbaiki baru dibuka kembali,” cetus Ardhean.
Ardhean yang turun langsung menyaksikan musibah pagi itu melihat bagian luar pasar roboh ke laut, sepeda motor milik warga yang parkir ikut terjatuh, bahkan ringsek serta barang dagangan para pedagang hancur tak tersisa.
“Malang nasib ada seorang anak yang terjepit reruntuhan bangunan dan mengalami luka luka,” bebernya.
Susilawati, salah satu pedagang di pasar itu juga mengaku kecewa akan sikap Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma. Sebagai pedagang Susilawati menilai Wali Kota Tanjungpinang terkesan lambat dalam mengambil keputusan.
Sebab, lanjut Susilawati, pada kejadian pertama pasar tersebut ambruk, orang nomor satu di Kota Tanjungpinang tersebut sudah turun meninjau langsung kondisi pasar KUD.
“Tapi apa hasil dari peninjauan itu? pencitraan saja kali mas. Kalau buk wali cepat tanggap saya rasa tidak ada kejadian untuk kali yang kedua,” ujar Susilawati.
Kata Susilawati, seharusnya jika takut pedagang terkena musibah, sejak peninjauan sebelum ambruk total, Wali Kota Rahma sudah harus merelokasi para pedagang ke tempat yang lebih aman dan memperbaiki pasar tersebut.
Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP saat meninjau korban ambruknya Pasar KUD Tanjungpinang.
Menanggapi musibah yang sudah terjadi, Sekjen DPP Geram Kepri Bersatu Ardhean meminta agar Pemko Tanjungpinang lebih serius merehab Pasar KUD agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.
“Kalau bisa di bangun ulang agar pedagang dan pembeli aman, tidak merasa takut akan pasar kembali roboh,” pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP setelah meninjau lokasi ambruknya Pasar KUD, langsung menuju RSUD melihat dan memastikan kondisi warganya. Rahma sempat menjenguk M. Ilham Putra, anak usia 5 tahun, warga Gang Pelita Kelurahan Bukit Cermin yang mengalami patah tulang pada jari kelingking dan jari manis. Ilham dirujuk ke RSAL untuk segera mendapat tindakan operasi tulang.
“Ini merupakan musibah bagi kita semua, tentunya tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Mudah-mudahan Ilham segera diberi kesembuhan, untuk penanganan akan segera dilakukan tindakan di RSAL,” ungkapnya. (KP).