KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPENDIDIKANRAGAM PERBATASAN

BEDAH BUKU BERSAMA HMI DI MARKAS KORAN PERBATASAN

×

BEDAH BUKU BERSAMA HMI DI MARKAS KORAN PERBATASAN

Sebarkan artikel ini
Potret Billy Susanto, S.Sos., sebagai peresensi atau pembedah buku berjudul Tomorrow's People: The Future of Humanity in Ten Numbers dalam diskusi bersama HMI Cabang Natuna.

NATUNA – Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna menggelar diskusi bedah buku guna memperkaya literasi generasi muda khususnya Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Sabtu malam, 31 Mei 2025.

Menghadirkan jebolan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Billy Susanto, S.Sos., sebagai peresensi atau pembedah buku berjudul Tomorrow’s People: The Future of Humanity in Ten Numbers.

Buku karangan Dr. Paul Morland yang membahas tentang bagaimana kekuatan demografi – keseimbangan antara kelahiran, kematian, migrasi, dan ketersediaan bahan pangan – telah membentuk dunia kita saat ini dan akan membentuk masa depan.

Pandangan Dr. Paul Morland di dalam bukunya, bahwa Tomorrow’s People: The Future of Humanity in Ten Numbers sebagai lensa penting dan sering kali diremehkan untuk memahami transformasi global yang memberikan wawasan mencerahkan tentang dunia melalui sepuluh indikator demografi utama.

Berikut adalah sepuluh indikator demografi utama yang kemungkinan besar dibahas dalam buku tersebut, disajikan dalam bentuk konsep atau tren yang mewakili angka-angka penting:

  1. Angka Fertilitas (Tingkat Kelahiran) di Negara-negara dengan Angka Terendah

Ini merujuk pada negara-negara seperti Singapura yang memiliki tingkat fertilitas sangat rendah (sering kali mendekati 1 anak per wanita atau bahkan kurang), yang menjadi contoh ekstrem dari penurunan populasi.

  1. Usia Median Populasi di Wilayah Tertua

Mengacu pada wilayah seperti Catalonia (atau negara-negara Eropa Selatan dan Asia Timur lainnya) yang memiliki usia median sangat tinggi (sekitar 43 tahun atau lebih), menunjukkan populasi yang menua secara signifikan.

  1. Tingkat Kematian Bayi yang Menurun di Negara Berkembang

Ini menyoroti keberhasilan di banyak negara berkembang, terutama di Afrika Barat, dalam menurunkan angka kematian bayi, yang berkontribusi pada ledakan populasi.

  1. Angka Harapan Hidup yang Meningkat
Baca Juga:  Prof Bagir Manan Bersama Konstituen Dewan Pers Siap Beri Kesaksian di Sidang MK

Mewakili peningkatan drastis dalam angka harapan hidup di seluruh dunia, yang menjadi salah satu pendorong utama penuaan populasi.

  1. Ukuran Keluarga Rata-rata di Berbagai Wilayah

Kontras antara ukuran keluarga besar di wilayah dengan tingkat fertilitas tinggi (misalnya Afrika Subsahara) dan ukuran keluarga kecil di negara maju.

  1. Persentase Populasi Usia Produktif

Indikator ini melihat proporsi penduduk dalam usia kerja (misalnya 15-64 tahun) yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi, dan bagaimana proporsi ini berubah seiring penuaan populasi.

  1. Tingkat Urbanisasi

Menggambarkan perpindahan besar-besaran penduduk dari pedesaan ke perkotaan di seluruh dunia, yang berdampak pada struktur sosial dan ekonomi.

  1. Persentase Migrasi Internasional

Merujuk pada pergerakan penduduk lintas batas negara, yang mengubah komposisi demografi dan budaya di negara penerima, seperti yang Morland sebutkan dalam konteks Brexit.

  1. Tingkat Pendidikan yang Meningkat

Ini bukan angka demografi langsung, tetapi Morland mengidentifikasinya sebagai pendorong utama perubahan demografi. Peningkatan tingkat pendidikan, terutama bagi wanita, berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran.

  1. Produksi Pangan yang Melimpah

Seperti pendidikan, ini juga merupakan pendorong utama yang memungkinkan pertumbuhan populasi yang besar dan penurunan angka kematian, karena ketersediaan pangan yang memadai mengurangi kelaparan dan penyakit.

Melalui lensa sepuluh indikator inilah Dr. Paul Morland menjelaskan bagaimana demografi adalah kekuatan tak terlihat yang membentuk lanskap dunia kita, dari kepadatan penduduk hingga dinamika sosial-politik.

Buku ini menekankan pentingnya pilihan individu dalam membentuk masa depan kemanusiaan, menunjukkan pergeseran dari hanya mengandalkan keputusan pemerintah. Dr. Paul Morland berpendapat bahwa kesejahteraan individu dapat berkontribusi pada penurunan populasi.

Secara keseluruhan, Dr. Paul Morland menyajikan pandangan yang komprehensif tentang bagaimana tren demografi—baik di masa lalu maupun yang akan datang—memiliki implikasi besar terhadap ekonomi, masyarakat, dan politik global.

Baca Juga:  Melalui Tiga Program Unggulan, DLH Ingin Natuna Jadi Kota Adipura

“Buku ini dirasa penting untuk dibahas oleh kaum muda, mengingat situasi dan perubahan tatanan manusia di masa depan,” ungkap Billy mengakhiri diskusi bedah buku tersebut. (KP).


Laporan : Iskandar

Editor : Dhitto


📊 Views: 13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *