ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kompetensinya, meski keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi BKPSDM Anambas, Doni Wardianto, mengatakan bahwa saat ini strategi yang ditempuh adalah mendorong aparatur agar aktif mengikuti berbagai pelatihan, seminar, mentoring, dan coaching secara mandiri, termasuk memanfaatkan platform daring. “Kita dorong kawan-kawan aparatur di setiap OPD untuk membangun kompetensinya melalui jalan mandiri, baik lewat Zoom, mentoring, coaching, maupun bimtek teknis yang difasilitasi kementerian atau lembaga pusat,” ujarnya kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Rabu, 10 September 2025.
Doni menjelaskan bahwa Pemkab Anambas telah menyiapkan regulasi yang memberikan kesempatan luas kepada aparatur untuk mengembangkan diri, baik melalui tugas belajar maupun tugas belajar mandiri. Aparatur dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 maupun S2 dengan dukungan regulasi yang sudah ada.
Selain itu, dalam dua tahun terakhir BKPSDM Anambas mulai menerapkan aplikasi e-Kinerja BKN untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas manajemen kepegawaian. Sistem ini memungkinkan ASN mengetahui secara jelas target kinerja yang harus dicapai dan bukti dukung yang harus dilaporkan. “Pada prinsipnya, e-kinerja menjadi indikator penilaian kinerja aparatur yang nantinya berdampak pada pengembangan karier dan promosi,” jelas Doni.
Doni menambahkan, pengembangan kompetensi aparatur juga dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan koordinasi intensif bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepulauan Riau. Sejumlah program pendidikan dan pelatihan di tingkat provinsi menjadi peluang bagi ASN Anambas untuk meningkatkan kapasitas tanpa harus membebani anggaran daerah.
Meski biaya pendidikan dan pelatihan relatif besar, Doni menekankan bahwa semangat belajar mandiri menjadi kunci. Aparatur didorong untuk memanfaatkan peluang pelatihan gratis, baik dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), maupun kementerian terkait.
“Harapan kami, semua aparatur memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kompetensinya secara mandiri. Karena jika hanya mengandalkan anggaran daerah, tentu akan sangat terbatas,” ujarnya.
BKPSDM Anambas berharap langkah ini dapat membentuk aparatur yang lebih berkualitas, berdaya saing, serta adaptif terhadap tuntutan zaman. Dengan kompetensi yang terus terasah, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih prima dan inovatif bagi masyarakat Anambas. (KP).
Laporan : Azmi










